Putri Bomber Polrestabes Surabaya Dirawat tanpa Didampingi Keluarga

Penulis: Faishol Taselan Pada: Rabu, 16 Mei 2018, 19:01 WIB Nusantara
Putri Bomber Polrestabes Surabaya Dirawat tanpa Didampingi Keluarga

Ist

KONDISI Ais, anak terduga teroris bom bunuh diri di Kantor Polrestabes Surabaya, Jawa Timur, masih dirawat di RSU Bhayangkara Surabaya.

Sejak mendapat perawatan intensif  akibat terkena serpihan ledakan bom yang dikenakan dan diledakan orangtuanya pada Senin (14/5), belum ada satupun keluarga yang menjenguk Ais.

Keseharian putri dari pasangan suami istri bomber pintu gerbang Mapolrestabes Surabaya hanya ditemani suster dari RS Bhayangkara.

Kondisinya sudah mulai stabil dan bisa diajak bicara. Namun, hanya suster yang tiap hari merawatnya yang bisa berkomunikasi.

Saat didatangi sejumlah pejabat seperti Ketua DPR Bambang Soesatyo, Kapolda Jatim Irjen Mahfud Arivin, dan pejabat lainnya. Ais tetap diam membisu dan memilih berbaring.

Anak berusia delapan tahun ini, telah menjalani perawatan intensif.  Bahkan, akibat terkena ledakan bom terpaksa dilakukan tindakan operasi.

Namun sejak pertama kali dirawat hingga sekarang belum ada satupun  keluarga yang membesuk atau mendampinginya.

Istri Kapolda Jatim Lita Machfud Arifin sempat melihat dari dekat kondisi Ais. Lita menuturkan sedih melihat kondisi Ais yang tidak didampingi keluarga selam dalam perawatan.

"Jika saja ada keluarga yang tahu, juga belum tentu mau datang. Namun, melihat kondisinya sangat miris dan kasihan," kata Lita.

Kini yang dilakukan pihak rumah sakit selain menyembuhkan bekas luka juga mengembalikan kondisi mental Ais.
    
"Anak sekecil ini sudah diajari dengan paham yang salah. Perlu perjuangan keras untuk mengembalikan kondisinya," ujarnya.

Dia berpesan pada perawat agar hati hati dan terus mengajak komunikasi untuk mengembalikan keceriaannya. Apalagi, dia masih anak-anak yang sangat butuh kasih sayang.

Karenanya, selama proses perawatan peran perawat sangat penting untuk bisa mengajak mengembailkan mentalnya, sebab hanya perawat yang bisa diajak bicara.(A-1)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More