Salah Tangkap, ASN Kabupaten Malang Minta Polisi Pulihkan Nama Baik dan Bersihkan Rumah

Penulis: Bagus Suryo Pada: Rabu, 16 Mei 2018, 18:28 WIB Nusantara
Salah Tangkap, ASN Kabupaten Malang Minta Polisi Pulihkan Nama Baik dan Bersihkan Rumah

Ilustrasi

MOHAMMAD Arifin, warga Perumahan Jalan Kapi Sraba XI, Kelurahan Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur, menyatakan menghargai polisi dalam menjalankan tugas negara mencegah serangan teroris.

Tetapi, ia meminta polisi memulihkan nama baiknya bersama sang istri, Siti Rohaida. Keduanya merasa menjadi korban salah tangkap dan penggeledahan rumah mereka oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror..

Padahal, Arifin mengaku sebagai aparatur sipil negara (ASN) yang baik dan memahami hukum. Sedangkan istrinya menjalankan usaha memproduksi telur asin sehingga wajar memiliki komunitas pengajian.

Tidak terpikir dalam benaknya bakal ditangkap oleh aparat, apalagi rumah di geledah oleh Densus 88. Sebab selama ini ia dan istri mengaku tidak pernah terlibat kegiatan radikal apa pun.

Semua itu bermula dari sang istri saat mengantar tiga keponakan yang masih kecil berobat ke klinik Polres Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (14/5), atau sehari pascaledakan bom di Surabaya.

"Istri dan keponakan saya memang mengenakan cadar," tegas Arifin kepada Media Indonesia, Rabu (16/5).

Saat memasuki balai pengobatan, petugas kepolisian bersiaga dan langsung mengamankan mereka. Sang istri pun diperiksa di Mapolres Sidoarjo.

Setelah itu, polisi menjemput Arifin di tempat kerjanya di kantor Pos Indonesia, Kota Malang, disusul menggeledah seisi rumah. "Saya dimintai keterangan di Brimob Ampeldento Malang. Ditanyai seputar aktivitas istri saya," ujarnya.

Mereka dilepaskan pada Senin (14/5) malam. Arifin tidak bisa menyembunyikan kesedihan dan rasa kecewa pascakejadian itu. "Saya adalah ASN PT Pos Indonesia. Polisi juga rekan ASN. Kalau bisa, profesionalitas ditingkatkan lagi, lebih teliti, dan spesifik sehingga tidak salah lagi," tuturnya.

Lantas ia berharap. "Saya tahu polisi menjalankan tugas negara. Tidak ada tuntutan lain, saya hanya minta pengembalian nama baik," imbuhnya.

Lantas apa harapan dia selain pemulihan nama baik? "Kami minta polisi turut membantu membersihkan rumah," kata Arifin sembari menunjukkan seluruh bagian rumah yang berantakan pascapenggeledahan.

Ketua RT 04 RW 16 Kelurahan Mangliawan Asrizal Fahmi mengaku sudah berupaya meluruskan informasi di warga sekitar, kantor kelurahan, hingga kecamatan.

Bahkan ia berkoordinasi dengan pengurus RW agar memberikan dukungan moral kepada Arifin dan Siti Rohaida. Sebab, berita terlanjur meluas, apalagi foto copy KTP Siti Rohaida beredar di media sosial.

"Kami minta ke pengurus RW agar menyampaikan ke warga soal kejadian yang sebenarnya, bahwa beliau tidak terkait," kata Asrizal.

Kepala Kantor Pos Indonesia, Malang Agus Aribowo menyambut baik upaya polisi dalam mengantisipasi segala kemungkinan gangguan keamanan."Kami juga sudah menghubungi sejumlah media untuk klarifikasi," katanya.

Agus menjelaskan Arifin merupakan staf bagian post office box. Saat itu, polisi juga berkoordinasi sebelum menjemput di tempat kerja. "Kita berharap dan berdoa semuanya baik-baik saja," tegasnya. (A-1)
 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More