Korban Sabetan Samurai Teroris di Riau, Selesai Jalani Operasi

Penulis: MICOM Pada: Rabu, 16 Mei 2018, 15:56 WIB Nusantara
Korban Sabetan Samurai Teroris di Riau, Selesai Jalani Operasi

ANTARA FOTO/Retmon

ANGGOTA Polda Riau yang terluka bacok akibat sabetan samurai terduga teroris telah selesai menjalani operasi di Rumah Sakit Bhayangkara, Kota Pekanbaru, Rabu. Kompol Farid Abdullah dinyatakan dalam kondisi stabil.

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Riau Kombes Asmarahadi di Pekanbaru, Rabu mengatakan saat ini kondisi korban stabil dan terus membaik.

"Kapolda barusan menjenguk Kompol Farid. Beliau sudah selesai operasi pembersihan luka bagian belakang," kata dia.

Meski dalam kondisi stabil, dia mengatakan pihaknya juga masih terus mengamati perkembangan kesehatan korban yang merupakan personel Bidang Hukum Polda Riau tersebut.

Penanganan medis juga dilakukan terhadap Brigadir John Hendri di RS Bhayangkara Polda Riau, yang mengalami luka pada bagian jari tangan. Korban juga dilaporkan kondisinya semakin membaik.

Dalam insiden penyerangan terduga teroris ke Mapolda Riau pada Rabu (16/5) pagi, seorang anggota Polri yang berdinas di Ditlantas Polda Riau, Ipda Auzar meninggal dunia.

Ipda Auzar meninggal setelah ditabrak saat berusaha menghentikan mobil yang dikendarai para teroris. Empat terduga teroris tewas dalam insiden tersebut.

Selain menyerang anggota polisi, dua orang wartawan--masing-masing bernama Riyan kameramen TV One serta Rahmadi kameramen MNC TV juga terluka dalam
serangan tersebut.

Terduga teroris menggunakan mobil jenis minibus Avanza pada Rabu pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Penyerangan dilakukan sesaat sebelum Kapolda Riau Irjen Nandang menggelar konferensi pers pengungkapan sabu-sabu.

Kondisi terakhir Mapolda Riau pascaserangan teroris tersebut berangsur kondusif. Namun, polisi masih terus melakukan penjagaan ketat di sejumlah
titik.

Kabid Humas Polda Riau AKBP Sunarto menuturkan pihaknya akan kembali melakukan keterangan pers Rabu petang ini. (Ant/OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More