Munggahan Wujud Suka Cita Sambut Ramadan

Penulis: Putri Rosmalia Octaviyani Pada: Rabu, 16 Mei 2018, 12:04 WIB Humaniora
Munggahan Wujud Suka Cita Sambut Ramadan

MICOM/VICKYG

DATANGNYA Ramadan selalu disambut dengan suka cita oleh umat Islam. Khususnya di Indonesia, Ramadan kerap diawali dengan tradisi Munggahan, atau makan bersama dan saling bermaafan sebelum berpuasa. Salah satunya dilakukan segenap jajaran direksi dan karyawan Media Group hari ini, Rabu (16/5).

"Kalau melihat ke negara yang umat Islamnya banyak, hari-hari ini yang kita akan dengar adalah ucapan marhaban ya ramadhan, selamat datang ramadan. Itu pasti disambut dengan rasa suka cita semua orang bergembira karena itulah bulan paling mulia dengan sejuta rahmat," ujar Presiden Direktur Metro TV, Suryopratomo, dalam acara Munggahan Karyawan Media Group 1439 H, di Media Kafe, Kedoya, Jakarta, Rabu (16/5).

Namun, kata Suryopratomo, sayang saat ini ketika menyambut Ramadan suasana hati masyarakat Indonesia dilingkupi kesedihan luar biasa akibat tragedi bom di Surabaya. Islam yang seharusnya rahmatan lil alamin, agama yg indah dan damai, tiba-tiba dicitrakan sebagai agama yang keras, kasar, bahkan tidak berprikemanusiaan.

"Ini tentu membuat kita merasa bertanya ada apa dengan kita," ujar Suryopratomo.

Ia mengatakan, momentum Ramadan esok diharapkan dapat membuat umat Islam Indonesia kembali berusaha bersama menebarkan kebaikan demi menciptakan kembali kebahagiaan dan persatuan bangsa.

Begitu juga dengan Media Group, melalui berbagai program dan informasi yang disajikan, diharapkan akan dapat membuat masyarakat semakin teredukasi untuk dapat terus berusaha menciptakan Indonesia yang maju dan damai.

"Mari kita bangunkan kesadaran. Ini menurut saya tanggung jawab bersama terutama pada media, khususnya tv. Kami ujung tombak dalam memberi pendidikan bagi masyarakat, itu terus kami lakukan," ujar Suryopratomo.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Kementerian Agama, Arskal Salim mengatakan, Indonesia memiliki tradisi kebersamaan yang kuat. Terutama menyambut Ramadan. Hal itu jarang dimiliki negara lain.

"Seperti Munggahan ini contohnya. Ini memperlihatkan bagaimana ke-Islaman kita di Indonesia yang sangat kekeluargaan," ujar Arskal.

Dikatakan Arskal, meski dibarengi dengan peristiwa yang menyedihkan menjelang Ramadan, ia yakin dengan kebersamaan dan rasa persatuan yang ada, Ramadan tahun ini akan tetap dapat membawa suka cita bagi yang menjalankannya dengan sepenuh hati dan kesungguhan.

"Mari bersama-sama berusaha agar kehidupan yang damai bisa terus tercipta di Indonesia," tutup Arskal. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More