Malaysia di Ambang Era Keemasan

Penulis: Denny Parsaulian Pada: Rabu, 16 Mei 2018, 10:53 WIB Internasional
Malaysia di Ambang Era Keemasan

AFP

POLITISI Malaysia, Anwar Ibrahim, Rabu (16/5), mengatakan negaranya berada di ambang era emas baru. Hal itu ditandai dengan digulingkannya rezim korupsi..

Namun Anwar, anggota terkemuka Partai Keadilan Rakyat yang bekerja sama dengan mantan perdana menteri Mahathir Mohamad untuk menggulingkan perdana menteri Najib Razak yang terkait skandal, juga memperingatkan bahwa satu pemilu tidak menghasilkan demokrasi.

"Saya selalu percaya pada kebijaksanaan orang-orang dan jika kami berjuang keras kami akhirnya akan menang," katanya kepada Media Fairfax Australia dalam sebuah wawancara. Dia menambahkan era keemasan baru sedang dimulai.

"Pada saat demokrasi mundur di seluruh dunia, saya berharap orang-orang Malaysia memberi harapan kepada orang-orang di seluruh dunia untuk menuntut kebebasan mereka sendiri."

Anwar adalah wakil PM Malaysia sampai Mahathir memecatnya pada 1998. Dia kemudian dipenjara karena sodomi dan penyalahgunaan kekuasaan.

Pria 70 tahun itu dipenjara lagi pada 2015 selama pemerintahan Najib setelah membuat sejarah dengan menjadi pemimpin oposisi pada pemilu 2013.

Partainya menggabungkan kekuatan dengan musuh bebuyutannya untuk menimbulkan kekalahan mengejutkan pekan lalu bagi koalisi Barisan Nasional yang berkuasa lama, mengakhiri enam dekade berkuasa.

Mahathir mengatakan kepada Wall Street Journal pada Selasa (15/5) bahwa ia akan berkuasa selama satu hingga dua tahun, sebelum menyerahkan kekuasaan kepada Anwar, yang telah dibebaskan pada hari ini.

Raja Malaysia telah setuju untuk mengampuninya sekaligus membuka jalan baginya untuk kembali ke dunua politik.

Anwar mengatakan bahwa setelah bekerja dengan Mahathir selama bertahun-tahun dia memahami bahwa dia sangat peduli tentang Malaysia dan rakyat Malaysia.

"Kemitraan baru sangat penting untuk mengatasi sistem korupsi yang sudah mengakar dan berkuasa memimpin Malaysia," katanya, mengacu pada pemerintahan Najib.

"Tes lakmus kami selalu mendukung agenda reformasi. Selama ada komitmen tulus terhadap prinsip-prinsip ini, kami selalu menyambut pendukung baru. Permusuhan yang menyita perhatian beberapa pengamat bukanlah masalah bagi saya." (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More