Misteri Dua Bocah di Balik Gorden

Penulis: Bagus Suryo Pada: Rabu, 16 Mei 2018, 00:05 WIB Nusantara
Misteri Dua Bocah di Balik Gorden

MI/Bagus Suryo

DUA bocah perempuan itu berada di rumah dengan pintu depan tertutup rapat, dikunci dari dalam. Pintu pagar besi rumah berlantai dua itu terbuka. Hanya terlihat sepatu dan sandal tertata di rak depan pintu. Listrik pun mati. Tampak depan seperti rumah tidak berpenghuni.

Siapa sangka, dua bocah berada di kamar lantai dua, sendiri tanpa ditemani orangtua. Mereka sesekali mengintip dari balik gorden jendela kaca nako. Tidak terlihat jelas wajah keduanya.

Kedua bocah itu, yakni Farah Hasanah Kristianto, 13, dan Syafira Zharifah Kristianto, 8. Mereka anak perempuan dari suami istri, Sri Winarti dan Kristianto. Keluarga itu mengontrak rumah di RT 26 RW 9 Dusun Turirejo, Desa Kepuharjo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur, sejak setahun terakhir.

Dari luar rumah, tidak terlihat jelas apakah Farah atau Syafira yang sedang mengintip. Hanya kain gorden saja yang bergerak pelan, seukuran sebelah bola mata.

Setiap ada orang atau bunyi kendaraan bermotor di depan rumah, gorden bergerak lagi. Si bocah berusaha mengintip. Beberapa kali hal itu dilakukan.

Keduanya berusaha melihat ke luar rumah bermaksud tanpa bisa dilihat orang lain. Setelah itu, gorden ditutup lagi. Entah apa yang sedang mereka pikirkan. Mungkin, berharap orangtuanya yang pulang.

Namun, selepas hujan deras sore itu, kedua orangtuanya tak kunjung pulang, lantaran diamankan oleh tim Densus 88 Antiteror.

Sebelum menggerebek rumah mereka, petugas mengamankan ayah dari kedua anak itu, Kristianto, warga Sumbersari Gang IV/259 Kota Malang. Setelah penggeledahan sejak pukul 12.00 WIB sampai 14.30 WIB, sang ibu, Sri Winarti, juga ikut diamankan. Sontak, di rumah hanya tertinggal kedua anak itu.

Menurut warga sekitar, petugas membawa dua kardus dari rumah itu. Warga juga melihat petugas mengamankan dua orang perempuan dan dua orang pria.

Sejauh ini belum ada konfirmasi resmi dari polisi apakah mereka terduga teroris atau bukan. Termasuk barang bukti apa saja yang disita.

"Kasihan anak-anak itu, sudah makan apa belum ya. Tadi saya mengetuk pintu, tapi tidak ada respon dari dalam," tegas Ketua RT 26 RW 9 Dusun Turirejo, Desa Kepuharjo, Nurhadi, kepada Media Indonesia, Selasa (15/5).

Nurhadi dan warga setempat hanya bisa prihatin, sembari berharap kedua bocah bersedia membuka pintu rumah untuk menerima makanan. "Anak-anak itu hanya mengintip untuk melihat ke luar rumah. Lihat itu tandanya gorden bergerak-gerak," tegasnya.

Sementara itu, warga yang rumahnya berdempetan maupun di depan rumah kontrakan tersebut, juga terus mengamati meski hanya sekadar melihat jendela. Aktivitas kedua bocah dipantau dari gorden yang sesekali bergerak, sehingga mengesankan saling intip.

Bagi warga setempat, keluarga itu sangat tertutup. Bahkan tidak pernah bergaul dengan tetangga, apalagi mengikuti kegiatan sosial di kampung. Saban hari, pintu rumah lebih sering ditutup rapat.

Anak-anaknya pun tidak sekolah. Belanja sayur dan keperluan rumah tangga, justru kerap menyuruh anaknya.

"Ibu kedua anak itu mengenakan cadar. Pekerjaan yang laki-laki penjual tahu susu," kata Ibu Elia, tetangga yang rumahnya berdempetan dengan rumah kontrakan tersebut.

Elia mengungkapkan, kedua anak dari keluarga tertutup tersebut sempat ke luar rumah, meski terbilang sangat jarang. Biasanya baru bermain dengan anak-anak kampung, tapi tak lama kemudian diminta masuk rumah lagi.

Padahal mereka masih suka bermain, sama seperti anak-anak pada umumnya. Namun, secara psikologis seperti kurang bebas karena orangtuanya yang membatasi.

Khoirul Anwar, mengatakan sejak dua bulan terakhir hingga Sabtu (12/5) lalu, di rumah kontrakan yang dihuni Sri Winarti,38, dan Kristianto,41, serta dua anaknya, sering terdengar suara gaduh.

"Seperti orang bekerja memukul besi," tegasnya.

Tamu terakhir yang datang ke rumah itu, lanjutnya, sekitar dua pekan lalu. Sejumlah orang mengendarai mobil, berselang beberapa hari kemudian ada lagi yang datang naik motor. Ia kerap menjumpai tamu sembari membawa tas ransel. Setelah menaruh tas itu, lantas pergi lagi.

Hingga saat ini, rumah itu masih tertutup rapat. Kedua bocah itu pun tetap bertahan di dalam rumah. Mereka belum mau membuka pintu. Berulang kali mengintip dari balik gorden jendela kaca nako. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More