Tol Bocimi Seksi 1 Rampung, Waktu Tempuh ke Jakarta Terpangkas

Penulis: Ghani Nurcahyadi Pada: Senin, 14 Mei 2018, 14:05 WIB Ekonomi
Tol Bocimi Seksi 1 Rampung, Waktu Tempuh ke Jakarta Terpangkas

Ist

PEMBANGUNAN proyek Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), Jawa Barat, terus dikebut. Pengerjaan Seksi 1 ruas Ciawi-Cigombong sepanjang 15,3 kilometer dari total keseluruhan jalan tol sepanjang 54 km, sudah mencapai 77,39% yang mencakup pengerjaan struktur, tanah (perataan, penggalian, dan pengurukan), serta perkerasan.

Dalam kunjungannya April lalu, Presiden Joko Widodo, yang didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, mengatakan, target pembangunan Tol Bocimi Seksi 1 harus tuntas sebelum Juli 2018.

"Hasil positifnya, pembangunan jalan tol ini diprediksi mengerek pertumbuhan ekonomi Jabar sekitar 0,76% pada 2019," kata Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jabar, Wiwiek Sisto Widayat, seusai rapat identifikasi potensi daerah sebagai dampak dari pembangunan Tol Bocimi di Balai Kota Sukabumi, belum lama ini.

Rencana pengoperasian Tol Bocimi Seksi 1 yang kurang dari 2 bulan lagi itu disambut baik oleh Rancamaya Golf Estate (400 hektare), yang saat ini lokasinya hanya sekitar 700 meter dari pintu masuk Tol Ciawi.

"Ruas Tol Ciawi-Cigombong sendiri akan mengurai kemacetan di jalur Jagorawi-Ciawi-Sukabumi, di mana titik kemacetan terparah ada di percabangan Puncak-Jalan Raya Sukabumi dan di perempatan Pasar Ciawi, karena dua koridor ini merupakan pertemuan kendaraan dari Bogor-Puncak-Jagorawi dan sebaliknya," ujar Direktur PT Suryamas Dutamakmur Tbk, pengembang Rancamaya Golf Estate, Henny Hendrawan, dalam keterangan tertulis di Bogor, Jawa Barat, Senin (14/5).  

Dengan beroperasinya Tol Bocimi Seksi 1, lokasi proyek Rancamaya Golf Estate yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari pintu masuk Tol Bocimi, dari Rancamaya ke Jakarta untuk masuk ke Jagorawi tidak perlu lagi melewati pasar menuju Gerbang Tol Ciawi yang selama ini harus dilalui dan bertarung dengan kemacetan dari Puncak sehingga nantinya ke Jakarta hanya ditempuh dalam waktu 45 menit.

"Otomatis hal itu akan menstimulus pertumbuhan harga jual properti di Rancamaya,” imbuh Henny.

Rancamaya yang sudah dikenal reputasinya selama lebih dari 24 tahun mengembangkan lingkungan (bukan hanya membangun perumahan) yang hijau dan asri, berani menerapkan peraturan ketat bagi penghuninya, agar nilai aset propertinya terus berkembang, kini membuka distrik baru bernama Kingsville seluas 28 ha yang merupakan lahan simpanan terakhir dari pengembangan Rancamaya 1.

Distrik ini selain dekat dengan akses Tol Bocimi, akan terhubung langsung dengan jalan tembus dalam Kota Bogor (Bogor Inner Ring Road/BIRR). Tahap 1 dan 2 Kingsville (klaster Salvador) telah habis dipasarkan pada Maret lalu.

Dan pada Mei ini Rancamaya mulai memasarkan tahap 3 dengan harga mulai dari Rp670-an juta. Salvador yang merupakan hunian kelas menengah, dengan variasi tipe hunian 36/84, 46/90m dan 69/105 yang dibanderol mulai Rp670 juta. Untuk pembelian dengan KPR, saat ini pengembang memberikan promo subsidi bunga KPR.

Terdapat juga klaster Rosewood yang memiliki variasi tipe hunian 53/72, 62/130, dan 70/187 dengan promo DP 0%. Juga kaveling siap bangun di klaster Richmond Peak ukuran 240-283 dengan pemandangan golf course seharga mulai dari Rp1,9 miliar yang bisa diangsur hingga 60 bulan. Hingga saat ini pengembang sudah membangun 1.300 hunian menengah atas di 26 klaster, dengan penghuni mencapai 800 jiwa. (RO/OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More