Korban Bom Dikremasi di Tangerang

Penulis: SM/J-1 Pada: Rabu, 16 Mei 2018, 04:20 WIB Megapolitan
Korban Bom Dikremasi di Tangerang

ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

ISAK tangis mewarnai kedatangan jenazah Legita Lim Gwat, 56, di Gereja Hati Santa Perawan Maria Tak Bernoda di Jalan Daan Mogot, Kota Tangerang, Banten, kemarin Sore. Max Prawira, anak sulung korban, mendekap foto mendiang ibunya. Para jemaat tak henti-hentinya memberi dukungan kepada Max agar tabah.

Setelah misa, jenazah korban dibawa ke Rumah Duka Oasis Lestari di Jatiuwung, Kota Tangerang, untuk dikremasi. Suami korban, Aan Teja, mengaku tidak pernah menduga istrinya meninggal dengan cara seperti itu. "Kami sangat kehilangan," katanya sambil mengusap air mata.

Korban yang tinggal di Perumahan Poris Indah, Blok C No 2&7, RT 06/06, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, sedang mengikuti pameran batik bersama teman-temannya di Surabaya. Pameran tidak jauh dari Gereja Santa Maria Tak Bercela, Surabaya. "Istri saya mau masuk ke gereja untuk melaksanakan ibadah. Di situlah terjadi bom bunuh diri," tutur Aan dengan suara terbata-bata.

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More