Bupati Tabanan Dukung Peresmian PTSP di Pengadilan Tinggi Bali

Penulis: Ghani Nurcahyadi Pada: Senin, 14 Mei 2018, 20:10 WIB Nusantara
Bupati Tabanan Dukung Peresmian PTSP di Pengadilan Tinggi Bali

Ist

GUNA menciptakan transparansi di pengadilan seluruh Bali, memberikan proses pelayanan yang cepat, mudah, terukur, dan sesuai standar yang ditetapkan Mahkamah Agung (MA), Pengadilan Tinggi Bali membuka Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), yang diresmikan oleh Direktorat Jenderal Peradilan Umum MA, Herri Swantoro, di Pengadilan Tinggi Bali, Denpasar, pada Senin (14/5).

Peresmian itu juga dihadiri oleh Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti didampingi oleh Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, Ketua Pengadilan Tinggi Bali I Ketut Gede, Ketua Pengadilan Negeri Tabanan I Wayan Gede Rumega, beserta Ketua Pengadilan Negeri se-Bali.

Bupati Tabanan sangat mendukung peresmian PTSP yang dilaksanakan oleh Pengadilan Tinggi Bali. Bahkan, Pemkab Tabanan telah merealisasikan bantuan hibah kepada Pengadilan Negeri Tabanan sebanyak tiga kali, yaitu Tahun Anggaran 2013, 2016, dan 2018, dengan nilai total sebesar Rp1.287.400.500 atau Rp1,2 miliar lebih.

Eka mengatakan pemberian hibah kepada Pengadilan tidak terlepas dari semangat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2019 tentang Pelayanan Publik. Antara Pemerintah Daerah dan Pengadilan Negeri Tabanan merupakan dua divisi penyelenggara layanan yang berbeda, tetapi dengan objek layanan yang sama, yaitu masyarakat Kabupaten Tabanan.

"Oleh karena itu, pemberian hibah ini sangatlah realistis sebagai media membangun harmoni hubungan kerja dalam kerangka mewujudkan pelayanan publik yang semakin prima," jelas Eka.

Orang nomor satu di Tabanan itu juga mengatakan bahwa hal ini tidak terlepas juga dari semangat gotong-royong dan pengabdian dari Pemkab Tabanan dan Pengadilan Negeri Tabanan guna melanjutkan komitmen keberpihakan terhadap masyarakat. Sehingga masyarakat mendapatkan keamanan dan keadilan di dalam mencapai kesuksesan dalam pembangunan.

"Tentunya merupakan suatu kewajiban mewujudkan hal tersebut. Dan ke depan, saya berharap kerja sama ini terus berlanjut, sehingga memberikan dampak yang positif, khususnya di bidang pelayanan publik," pungkas Eka.

Bupati yang juga merupakan anak dari Ketua DPRD Bali ini juga berharap agar untuk mewujudkan hal tersebut juga tidak terlepas dari komunikasi dan koordinasi yang bagus. Dia menekankan ke depannya agar selalu menjalin komunikasi dan koordinasi yang baik dengan semua pihak sehingga semua bisa terwujud.

"Apa pun itu, yang namanya bekerja, berbuat, mengabdi kepada masyarakat harus memberikan yang terbaik. Dan hal ini termasuk dalam filosofi Saya, ini merupakan bagian dari berbagi. Tidak hanya berbagi rejeki, berbagi masalah dalam suka dan duka, sehingga pelayanan yang terbaik kita khususnya untuk Pengadilan Negeri yang ada di seluruh Bali ini bisa terintegrasi. Satu sama lainnya bisa membuat Bali lebih maju, lebih nyaman masyarakat dalam menerima pelayanan, khususnya pelayanan mendapatkan keadilan," tutup Eka.

Sementara itu, Dirjen Peradilan MA, Herri Swantoro, berterima kasih kepada Pemkab Tabanan atas apa yang telah dilakukan. Dia mengatakan bahwa Pemkab Tabanan melalui dukungan ini telah mendorong percepatan penyelenggaraan pembangunan peradilan bukan hanya di Bali, tapi di Indonesia pada umumnya.

"Terima kasih atas kepedulian dan dukungan dari Pemkab Tabanan yang telah mendorong percepatan penyelenggaraan pembangunan peradilan. Ini merupakan sinergi yang baik antara eksekutif dan yudikatif dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan para pencari peradilan. Dengan ini diharapkan kinerja pengadilan menjadi lebih baik," tegasnya.

Ketua Pengadilan Tinggi Bali, I Ketut Gede, juga mengapresiasi dukungan Pemkab Tabanan menuju pengadilan yang lebih baik lagi.

"Tujuan PTSP ini memberikan proses pelayanan yang cepat, mudah, transparan, dan terukur sesuai standar yang telah ditetapkan, serta memberikan pelayanan yang prima, akuntabel, serta bebas dari KKN," pungkasnya.

Saat itu juga dilakukan penyerahan Hibah oleh Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti kepada Ketua Pengadilan Negeri Tabanan I Wayan Gede Rumega. (RO/OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More