Delay tidak Jelas, Lion Air Kecewakan Penumpang

Penulis: Sheini Christy, Bandung, Jawa Barat Pada: Selasa, 15 Mei 2018, 07:19 WIB Surat Pembaca
Delay tidak Jelas, Lion Air Kecewakan Penumpang

SEBAGAI salah satu penumpang penerbangan Lion Air, rasanya saya akan berpikir ulang bila ingin kembali menggunakan jasa maskapai ini. Kecewa terhadap layanan yang diberikan menjadi penyebabnya.

Bermula ketika saya baru saja pulang liburan dari Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, penerbangan yang saya naiki transit di Denpasar, Bali menuju Jakarta. Setelah sampai di Denpasar, saya harusnya menaiki Lion Air dengan nomor penerbangan JT-043. Saat sudah hampir tiba waktunya boarding, ternyata pesawat delay dan akan diberangkatkan pada pukul 21.55 Wita.

Keterangan delay tidak diinformasikan secara jelas. Namun, ternyata 30 menit kemudian diinformasikan kembali pesawat delay hingga pukul 22.25 Wita tanpa alasan yang jelas.

Lion Air memang sudah menyiapkan nasi kotak yang sebenarnya saya bisa beli sendiri. Namun, kami hanya ingin tiba di Jakarta tepat waktu. Lagi-lagi setelah hampir tiba waktu boarding, pada pukul 21.51 Wita kembali diinformasikan bahwa penerbangan kembali delay ke pukul 23.45 Wita, juga tanpa alasan jelas.

Sampai kapan kondisi ini seperti ini dibiarkan. Bukan sekali dua kali muncul berita tentang maskapai ini memainkan kesabaran penumpang di berbagai tempat. Saya tak tahu apakah Kementerian Perhubungan sebagai regulator pernah menjatuhkan sanksi kepada maskapai ini atas sikap seperti itu.

Dengan adanya keluhan ini, saya berharap ada perbaikan dari Lion Air. Hak penumpang bukan cuma diberi nasi kotak, melainkan juga kejelasan alasan dan kenyamanan. Rasanya tak masalah kita membayar sedikit lebih mahal menggunakan maskapai lain yang lebih tepat waktu agar di hati tidak mengganjal.

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More