Antisipasi Pelarian Teroris, Polisi Perketat Penjagaan Pelabuhan Labuan Bajo

Penulis: John Lewar Pada: Selasa, 15 Mei 2018, 01:03 WIB Nusantara
Antisipasi Pelarian Teroris, Polisi Perketat Penjagaan Pelabuhan Labuan Bajo

MI/John Lewar

PASCATEROR bom di Surabaya, pihak kepolisian Resor Polres Manggarai barat di Labuan Bajo NTT memperketat penjagaan di pintu masuk keluar pelabuhan Fery Labuan Bajo. Hal itu untuk mengantisipasi masuknya pelaku tindakan kejahatan atau teroris dari arah barat Pulau Sumbawa dan Sulawesi.

Tak ingin kecolongan dan masuknya pelarian kelompok radikal isis ke wilayah ujung barat pulau flores, suasana setiap sudut kota Labuan Bajo terus dipantau dan dijaga polisi, baik berpakaian seragam maupun berpakaian preman.

Belasan aparat Polres Manggarai barat Senin (14/5) mengenakan senjata laras panjang dan rompi anti peluruh berjejer memeriksa setiap identitas dan barang bawaan para penumpang sebelum masuk dan berada di kota Labuan Bajo Manggarai Barat. Para penumpang umumnya datang dari wilayah Sumbawa NTB, Bali, dan Jawa, diwajibkan menunjukan identitas diri.

"Kita telah sebarkan belasan regu anggota di beberapa titik untuk menjaga situasi sehingga benar-benar menjamin rasa aman bagi warga di Labuan Bajo," kata Kapolres Manggarai barat AKBP Julisa Kusumowardono melalui Kepala bagian operasional polres (Kabag Ops) Manggarai Barat AKP Efferhad R.Ludony kepada Media Indonesia.

Dia mengatakan belasan anggota polisi dari polres di tempatkan di sejumlah titik vital, semisal pelabuhan, bandara termasuk Gereja-gereja. Efferhad menyebutkan langkah ini berdasarkan kondisi negeri ini yang sedang di guncang aksi pelaku teroris. Polisi berkewajiban menjamin keamanan bagi warga di mana saja mereka bertugas.

"Kondisi teror yang mengancam negri ini membuat aparat polisi terus mengoptimalkan tugas keamanan wilayah masing-masing," katanya.

Pantauan Media Indonesia para penumpang Senin sore kemarin asal Sumbawa NTB yang membawa barang digeledah petugas bersenjata. Lebih dari belasan orang tidak mengantongi identitas dan terpaksa di amankan petugas.

Wakil kepala KBO Ipda Eka Dharma Yudha kepala regu operasi di pelabuhan fery mengatakan sebagian yang tidak beridentitas itu ternyata memiliki surat pengantar dari kampung asalnya.Hingga saat ini kondisi wilayah masih aman terkendali dan diharapkan warga bahu membahu membantu polisi memberikan informasi. (OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More