REI DKI Gandeng UI Garap Program Pendidikan Realestat

Penulis: Micom Pada: Senin, 14 Mei 2018, 21:40 WIB Ekonomi
REI DKI Gandeng UI Garap Program Pendidikan Realestat

Ist

DPD REI DKI Jakarta menggandeng Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI) menyelenggarakan Real Estate Executive Program. Mencetak pengusaha muda yang memiliki kompetensi mumpuni di bidang realestat serta memiliki kemampuan membaca peluang investasi properti menjadi target program tersebut.

Menurut Ketua DPD REI DKI Jakarta Amran Nukman, Real Estate Executive Program tersebut sangat istimewa karena memadukan konsep-konsep manajemen modern dengan pengalaman nyata bisnis realestat dari pakar-pakar terkemuka di Indonesia.

"Karena itu program ini layak diikuti para profesional muda yang ingin meningkatkan kompetensinya sekaligus menjalin network bisnis realestat," sambungnya dalam siaran pers, Senin (14/5).  

REI DKI Jakarta, lanjut Amran, memang ingin mendukung dan mendorong lahirnya SDM pelaku bisnis di industri realestat melalui institusi pendidikan resmi. Karena itulah, program tersebut lebih mengedepankan bagaimana cara seseorang mencapai sukses dalam karier atau profesinya sebagai pengembang ataupun pengembang pemula.

"Karena setiap materi yang disampaikan, merupakan ilmu yang mengikuti kondisi bisnis terkini. Kurikulum yang diangkat juga lebih up to date sesuai kebutuhan industri realestat," terang Amran.

Selain itu, tenaga pengajarnya juga merupakan senior-senior REI sekaligus praktisi properti yang sukses menjalanakan bisnis realestat selama puluhan tahun. Antara lain Soelaiman Soemawinata yang kini Ketua Umum DPP REI, mantan Ketua Umum REI Lukman Purnomosidi, dan Amran Nukman.

Adapun dari UI, pengajarnya antara lain, Dekan Fakultas Teknik UI Hendri DS Budiono,  Prof Yandi Andri Yatmo, Prof Emirhadi Suganda, serta beberapa pengajar FT-UI lainnya.

Dalam setiap sesi materi yang diajarkan, mahasiswa akan diajarkan hal-hal yang bersifat teoritis maupun sharing pengalaman lapangan dengan tenaga pengajar. Beberapa materi yang diajarkan di antaranya soal mindset dan platform bisnis properti, perencanaan bisnis, pembebasan lahan, lingkungan, permodalan, hukum (legal) dan lain-lain.

Sebagai contoh, Lukman Purnomosidi, dalam sharing session pada pokok bahasan mengenai membangun bisnis realestat menjelaskan beberapa tantangan sekaligus peluang yang terbuka lebar di sektor perumahan.

Ia menyebut misalnya tantangan terkait dampak penurunan nilai tukar rupiah terhadap bisnis properti di Tanah Air. Pelaku usaha dalam negeri saat ini cukup was-was karena sinyal yang telah dikirim BI bahwa salah satu cara untuk menyelamatkan rupiah ialah mereka bakal menaikkan suku bunga acuan BI 7 days repo rate.

“Kalau sudah bicara suku bunga, hampir pasti pengaruhnya akan dirasakan oleh semua sektor usaha. Tentu saja tak terkecuali sektor properti dan perumahan. Karena itu pengembang perlu mencermati implikasinya terhadap bisnis properti," jelas Lukman di hadapan mahasiswa Real Estate Executive Program, Minggu (13/5). (X-12)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More