Permintaan Properti Sumut masih Melambat

Penulis: Ant/S-1 Pada: Senin, 14 Mei 2018, 23:00 WIB Ekonomi
Permintaan Properti Sumut masih Melambat

ANTARA FOTO/Septianda Perdana

BISNIS properti di Sumatra Utara masih melambat, khususnya kelas menengah ke atas akibat dampak perekonomian yang masih belum pulih.

"Permintaan properti masih lemah sehingga bisnis di sektor itu tetap lesu," ujar pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumut Tomi Wistan di Medan, Minggu (13/5).

Menurut dia, perlambatan bisnis properti sudah memasuki tahun kelima. Pada 2017, katanya, pengusaha sempat memprediksi bisnis properti membaik karena dipicu adanya kebijakan pemerintah dalam tax amnesty atau pengampunan pajak.

Namun, nyatanya bisnis properti belum juga membaik hingga berlangsung pada 2018. "Melambatnya sektor properti menjadi salah satu penyumbang perlambatan ekonomi di Indonesia," ujarnya.

Hal itu, kata Tomi, terjadi akibat banyaknya sektor industri yang terkait di sektor itu.

Perlambatan permintaan itu juga akhirnya menyebabkan kekurangan angka kebutuhan hunian yang belum terpenuhi (backlog) terus meningkat.

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More