PDIP: Kami Malu Punya Wakil Ketua DPR Seperti Fadli Zon

Penulis: Astri Novaria Pada: Senin, 14 Mei 2018, 21:15 WIB Politik dan Hukum
PDIP: Kami Malu Punya Wakil Ketua DPR Seperti Fadli Zon

CICITAN Wakil Ketua DPR Fadli Zon setelah tragedi bom Surabaya di akun Twitter pribadinya @fadlizon, Minggu (13/5), menuai kontroversi. Ia menuliskan cicitan berseri sebanyak tujuh cicitan.

Satu di antaranya yang kemudian viral dan banyak dibahas netizen  lantaran ia mengaitkan teror tersebut dengan lemahnya kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Ketua DPD PDIP Jawa Timur, Kusnadi, pun menyesalkan pernyataan Fadli yang menggunakan persoalan terorisme sebagai senjata untuk mengkritik pemerintahan Jokowi. Kusnadi menyarankan Fadli agar menunjukkan sikap empatinya terhadap para korban bom dan mendukung pemerintah dalam memberantas aksi teror yang dilakukan oleh kelompok radikal.

Menurutnya, Fadli seharusnya tidak menggunakan peristiwa teror tersebut untuk melancarkan kepentingan politiknya.

"Sebagai Pimpinan DPR RI seharusnya berempati dengan korban dan membantu pemerintah, bukannya menggunakan kejadian pengeboman untuk kepentingan politik," kata Kusnadi lewat keterangan tertulisnya, Senin (14/5).

Pihaknya menilai analisis politik Fadli tidak benar karena selama ini selalu menyalahkan pemerintah saja.

"Bagi Fadli Zon, mungkin penculikan dan korban terorisme sudah dianggap hal biasa, dan analisis politiknya ngawur, hanya menyalahkan pemerintah dan menyederhanakan persoalan sebagai akibat kemiskinan. Kami merasa malu punya wakil ketua DPR RI seperti Fadli Zon," tegas Kusnadi. (X-12)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More