Profesi Luas di Industri E-sport

Penulis: (Zuq/M-2) Pada: Minggu, 13 Mei 2018, 05:55 WIB Weekend
Profesi Luas di Industri E-sport

MI/RAMDANI

TIDAK mengherankan Monica Carolina dan kawan-kawannya begitu serius menjadi pemain gim daring (gamer online). Bukan sekadar hobi, aktivitas itu sudah bisa jadi profesi yang lumayan.

"Tergantung job-nya seperti apa. Job sebagai atlet game sendiri sudah bisa mendapatkan minimal gaji UMR (upah minimum regional)," ucap Monica Carolina atau akrab disapa Nixia yang merupakan pendiri NXA Ladies. Penghasilan itu pun menurutnya jumlah minimal perbulan.

Tidak hanya itu, profesi yang ditawarkan industri e-sport bukan hanya atlet. Bahkan bagi yang tidak bisa bermain e-sport, tetap ada peluang luas menjadi komentator (e-sport caster).

"E-sport caster itu bayarannya gede juga. Manage tim, youtuber, review game, jadi streamer (streaming game) kayak Aimeii," tambah Nixia.

Aimeii, 22, ialah salah satu anggota NXA Ladies yang menjalani profesi penuh sebagai gamer. Selain atlet, Aimeii streamer game, yakni orang yang mempertontonkan kebolehannya bermain gim secara daring. Awalnya aktivitas Aimeii dalam e-sport mendapat banyak tantangan. Namun, ia bisa membuktikan gamer juga bisa meraup rupiah.

"Makanya orangtua enggak larang lagi," terang Aimei.

Menurut Nixia, peralatan e-sport tim NXA Ladies tidak jauh berbeda dengan tim lain. Tidak ada kekhususan peralatan meskipun tim perempuan.

"Sama seperti gamer kebanyakan pastinya karena kami memainkan game PC, jadi kami butuh mouse, keyboard, headset, dan mousepad yang khusus gaming," ungkapnya.

Alat dan perlengkapan e-sport memang tidak murah, seperti mouse (Corsair Glaive) seharga Rp1 juta, papan tik (Corsair Strafe RGB Mechanical) seharga Rp2 juta, ataupun headset (Corsair VOID Wireless RGB) seharga Rp1,5 juta. Sementara itu, PC gaming tidak memiliki batas harga, bergantung pada keinginan dan kemampuan pendanaan. Belum lagi biaya internet bulanan yang menghabiskan Rp500 ribu-Rp700 ribu.

"Jika ingin dan punya modal lebih dan ingin paling mahal hingga ratusan juta pun bisa. Tapi rata-rata atlet game sudah cukup memiliki PC gaming di harga sekitar Rp10 juta-Rp20 juta," jelas Nixia. NXA Ladies mendapatkan semua peralatan itu dari sponsor.

Meski demikian, ada kalanya para atlet e-sport itu juga jenuh ketika terus-menerus berlatih e-sport. Mereka punya cara sendiri untuk mengatasi itu, yakni dengan bermain gim yang berbeda. "Bisa dengan bermain game lain selain yang sedang ditekuni saat latihan," pungkas Nixia.

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More