Gamers Perempuan Antibaper

Penulis: Abdillah Marzuqi Pada: Minggu, 13 Mei 2018, 05:30 WIB Gaya Urban
Gamers Perempuan Antibaper

MI/RAMDANI

SUASANA orang asyik bermain e-sport tampak di Gigabites Cyber Cafe and Eatery, Jakarta, Jumat (4/5). Namun, aura maskulin yang biasa tampak di kafe internet tidak dominan. Justru dari rambut yang tergerai di kursi para pemain, kita akan segera menangkap bahwa yang sedang seru bertarung secara daring itu perempuan.

Jumlah mereka lima dan rupanya tergabung dalam satu tim, NXA Ladies. Di layar terlihat mereka memainkan gim Overwatch yang merupakan kategori gim multiplayer online battle arena (MOBA). Tiap anggota NXA Ladies memainkan karakter (hero) masing-masing di gim itu.

Monica Carolina, inisiator NXA Ladies, menyebut hero yang mereka pilih untuk dimainkan sesuai dengan kebutuhan tim dalam tiap pertarungan. Ada 21 hero yang bisa dipilih dalam gim itu. "Walaupun dia (Overwatch) tembak-tembakan, tapi dia ada skill-nya. Jadi, tiap-tiap hero itu beda-beda senjatanya, kemampuannya," terang perempuan 26 tahun yang akrab dipanggil Nixia itu.

Hari itu sang rekan, Wenny Febrina, berperan sebagai pendukung untuk teman-teman yang lain. Ia bertugas mengobati karakter lain yang tengah terluka ataupun menghidupkan kembali karakter yang mati. Dengan tugas itu, perempuan yang juga berusia 26 tahun ini memilih hero bernama Mercy. "Meskipun Mercy tidak jago bertempur, kekuatan penyembuhannya begitu hebat. Dia bisa hidupkan temannya yang sudah mati," terang Wenny yang punya nama lain Yorshka.

Nixia mempunyai tugas sebagai penyerang. Dia harus sebanyak mungkin dan secepat mungkin menghancurkan tim lawan. Dengan tugas itulah Nixia memilih hero bernama Pharah. Karakter pahlawan itu punya kemampuan terbang sehingga sangat membantu misi penyerangan yang diemban.

Peran yang sama juga didapat Maria Monica Rayanto, 21. Perempuan dengan nama lain Monski ini memilih hero yang jago dalam pertempuran di atas tanah. Jika Nixia memilih pertarungan di udara, Monski lebih berperan untuk pertarungan darat. Dengan fungsi itu Monski mengaku sering disalahkan ketika musuh masih berdiri tegak.

"Pokoknya kalau musuhnya enggak mati aku yang disalahkan," ujarnya sembari disambut tawa oleh anggota NXA Ladies yang lain.

Peran lain ialah peran penunjang (supporter) yang kala itu dijalankan Aimeii, 22. Ia menjalankan peran flash, yakni menyediakan apa pun yang dibutuhkan tim. "Jadi aku mengisi yang dibutuhkan sama tim. Misalnya tim lagi butuh tank aku harus kasih tank," terang Aimeii. Peran tank itu dimainkan Ketty, 17.

Dua tahun untuk masuk tim
Selesai bermain, mereka tidak bubar begitu saja, tapi ada rekapitulasi dan evaluasi bagi semua anggota tim.

Serius, begitulah memang NXA Ladies dalam menjalani kegiatan mereka sebagai gamers online. Tim itu pun dibentuk bukan untuk sekadar main-main. NXA Ladies merupakan bagian dari Nixiagamer. Tim e-sport itu terbentuk pada 2011.

NXA Ladies dibentuk Nixia untuk mewadahi perempuan dengan minat sebagai gamers online. Hingga kini NXA Ladies sudah mengikuti berbagai kejuaraan tingkat nasional dan internasional. Tim itu pun sudah berulang kali ganti anggota. Nixia menyebut anggota yang tidak lagi bergabung itu sudah lulus.

Hampir semua anggota berawal dari coba-coba bermain e-sport. Seperti Ketty, yang awalnya penasaran ketika melihat kakaknya sangat menikmati bermain gim. "Pertama kali main game waktu itu lihat kakak main. Apa enaknya sih main game? Terus dicoba, terus ketagihan," ujar Ketty.

Proses audisi dan tes untuk masuk ke tim NXA Ladies tidak bisa dianggap remeh. Setiap anggota harus melalui berbagai macam tes yang biasanya memakan waktu dua bulan. Lolos dari tes itu, mereka baru jadi cadangan. Untuk masuk ke tim inti, prosesnya bisa mencapai dua tahun atau bergantung pada bagaimana kemampuan mereka dalam mengimbangi permainan anggota tim inti.

Lamanya proses improvement itu pula yang dilalui Kitket. "Dua tahun tesnya, baru masuk tim dua bulan ini," ujarnya.

Untuk terus meningkatkan performa individu maupun tim, mereka berlatih setiap hari secara daring selama 3 jam. Sementara itu, pertemuan langsung diadakan tiap beberapa minggu. Sebabnya, anggota tim ini tidak tinggal di kota yang sama dan mereka juga memiliki kesibukan lain.

"Kalau latihannya setiap hari, online tapi, kalau ketemu paling 2 minggu sekali. Kalau ketemu kita bisa lihat wujud aslinya. Lebih membangun bounding, chemistry-nya," terang Nixia.

Persoalan perasaan juga harus dikesampingkan ketika ingin bergabung dengan tim NXA Ladies. Meski merupakan tim perempuan, tidak ada aura melow di kerja sama mereka.

"Chemistry, saling pengertian, enggak gampang baper juga," ujar Nixia menyebutkan hal yang paling penting dalam tim. "Enggak gampang ngambek lah," tambah Monski.

Nixia juga mengungkapkan tidak ada tempat untuk anggota yang tidak bisa menerima kritik dan saran. Ketika ada anggota yang mempunyai sikap seperti itu, ia tidak ragu-ragu untuk memberikan sanksi tegas, bahkan sampai mengeluarkannya dari tim.

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More