Buruh

Penulis: DONY TJIPTONUGROHO Redaktur Bahasa Media Indonesia Pada: Minggu, 13 Mei 2018, 01:30 WIB BIDASAN BAHASA
Buruh

MI/RAMDANI

SEJAK 2017 tanggal merah di kalender nasional bertambah dengan penetapan 1 Mei sebagai Hari Buruh. Sebelum penetapan itu, sebagian pekerja sudah kerap mengadakan unjuk rasa pada 1 Mei karena tanggal itu di banyak negara dinamai Hari Buruh. Dengan itu pula, unjuk rasa diberi sebutan tambahan, peringatan Hari Buruh.

Pada peringatan Hari Buruh, yang turun ke jalan tentu saja lebih banyak pekerja. Namun, pekerja yang memperingati hari itu jauh lebih banyak pekerja daria sektor industri, utamanya pekerja pabrik. Mungkinkah karena namanya Hari Buruh? Kata yang terkait dengan orang yang menerima upah itu membuat saya membolak-balik kamus lagi.

Untuk kata buruh itu, Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa menyematkan makna ’orang yang bekerja untuk orang lain dengan mendapat upah; pekerja’. Tersambung dari situ kata pekerja yang bermakna ’orang yang bekerja’ dan ’orang yang menerima upah atas hasil kerjanya; buruh; karyawan’. Tersambung lagi dari situ kata karyawan. Kata karyawan bermakna ’orang yang bekerja pada suatu lembaga (kantor, perusahaan, dan sebagainya) dengan mendapat gaji (upah); pegawai; pekerja’.

Dari makna itu kita dapat satu kata lagi, yakni pegawai. Kata pegawai bermakna ’pekerja di kantor; karya wan’ dan ’orang yang bekerja pada pemerintah (perusahaan, dan sebagainya)’. Ada tambahan makna dengan label klasik untuk nama pegawai, menunjukkan betapa kata itu sudah cukup berumur di kosakata bahasa Indonesia. Salah satu makna klasik pegawai ialah ’yang bekerja pada kerajaan’ dengan kalimat contoh ’Setelah melihat ketangkasan Hang Tuah, banyak pegawai yang kurang senang’.

Dari penelusuran itu saya melihat kata umum untuk orang yang menerima upah ialah pekerja. Berikutnya ialah kata yang memiliki medan makna yang sama, yakni orang yang menerima upah, tetapi dengan kekhususan tertentu. Untuk buruh, penekanannya ialah tenaga; melakukan sesuatu dan karena itu, mendapat upah.

Kata karyawan dengan adanya unsur karya mendapat penekanan pada hasil atau benda yang dihasilkan dari kegiatan yang dilakukan. Kata pegawai mengandung unsur gawai yang bermakna ’alat, perkakas’. Karena itu, penekanan pegawai ada pada alat atau kemahiran menggunakan alat.

Dengan kekhususan itu, wajar kata tertentu dapat dipasangkan dengan kata yang satu, tetapi tidak dengan kata yang lain. Frasa buruh tani, misalnya, lazim dikatakan, sedangkan karyawan tani tidak. Begitu pula dengan pegawai negeri yang tidak berpadanan dengan karyawan negeri. Meski ada penekanan pada hal-hal berbeda, kata-kata tersebut dapat diikuti kata yang sama. Contohnya buruh pabrik, pekerja pabrik, dan karyawan pabrik.

Dengan perspektif demikian, wajar peringatan Hari Buruh lebih banyak diikuti kalangan yang akrab dengan label buruh, seperti buruh pabrik, buruh tani, buruh harian, buruh anak, buruh lepas, buruh migran, dan buruh musiman.

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More