Insight, Dimulainya Pengungkapan Rahasia Interior Mars

Penulis: Ridha Kusuma Perdana Pada: Sabtu, 12 Mei 2018, 06:40 WIB Eksplorasi
Insight, Dimulainya Pengungkapan Rahasia Interior Mars

BADAN Antariksa Amerika Serikat (NASA) telah beberapa kali mengirimkan robot untuk meneliti permukaan Mars, di antaranya Viking 1 dan 2 (1976), Spirit (2004), Phoenix (2008), dan Curiosity Rover (2012).

Kini badan antariksa yang berpusat di Washington DC, Amerika Serikat, itu kembali mengirimkan robot ke sana, tepatnya Sabtu (5/5), dari Vandenberg Air Force, California. Jika tidak ada halangan, robot tersebut akan mendarat di sekitar daerah khatulistiwa Mars bernama Elysium Planitia, pada Senin di penghujung November tahun ini.

Insight Lander, nama robot yang baru diluncurkan itu, akan digunakan untuk mengobservasi bagian dalam 'Planet Merah'. Ini sangat berbeda jika dibandingkan dengan robot Curiosity Rover yang hanya mengobservasi dan hanya 'berkeliaran' di bagian luar Mars.

Insight atau Interior Exploration Using Seismic Investigations, Geodesy, and Heat Transport bisa juga disebut sebagai robot geodesi pertama dalam sejarah yang mempelajari interior Mars secara mendalam. Observasinya meliputi kerak, mantel, dan inti Mars.

Dalam misinya selama satu tahun Mars (687 hari) atau dua tahun di Bumi, Insight ditargetkan dapat merekam 100 gempa di Mars (marsquake) dengan kekuatan 6,0 pada Skala Richter.

Robot yang dibuat Lockheed Martin Space Systems itu juga ditargetkan dapat mengetahui inti Mars, apakah padat atau cair, ketebalan dan struktur kerak, seberapa hangat suhu dalamnya, serta seberapa banyak energi panas yang masih mengalir.

Insight Lander juga akan mendeteksi aktivitas tektonik Mars dan letaknya dalam struktur planet serta pengaruh keaktifan tektonik tersebut.

Menurut peneliti utama Insight, Bruce Banerdt, mempelajari bagian dalam Mars membuat mereka dapat mengetahui masa pembentukan awal planet berbatu di tata surya, seperti Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars. Pria yang mendedikasikan 25 tahun hidupnya untuk proyek Insight Lander itu juga berkata, mempelajari bagian dalam Mars dapat mengungkapkan alasan perbedaan Bumi dan Mars saat ini. Padahal, 'si Biru' dan 'si Merah' itu diduga telah melalui pembentukan planet dengan cara yang sama.

Dilengkapi 3 instrumen utama
Untuk dapat menjalankan misinya, lander dengan panjang 6 meter dan lebar 1,56 meter serta berbobot 360 kg tersebut dilengkapi dengan berbagai instrumen, di antaranya tenaga listrik yang bersumber dari dua panel surya yang masing-masing memiliki diameter 2,2 meter. Terdapat tiga instrumen utama, yaitu Seismometer, The Heat Flow dan Physical Properties Probe (HP3), dan Rotation and Interior Structure Experiment (RISE).

Seismometer adalah instrumen berbentuk bulat berkubah yang akan diletakkan di permukaan Mars dan mengambil getaran seismik. Pengukurannya memberikan gambaran tentang aktivitas internal planet. Seismometer dapat merekam getaran atau gelombang seismik, dari marsquakes dan benturan meteorit. Paket sensor angin, tekanan, suhu, dan medan magnet yang juga disertakan dapat membantu menyempurnakan pengukuran. Paket itu juga dapat merasakan getaran permukaan yang dihasilkan cuaca, seperti badai debu, atau oleh turbulensi di atmosfer, yang juga dapat menghasilkan gelombang seismik.

Pengukuran itu pun memberi tahu para ilmuwan tentang sifat material yang pertama kali membentuk planet berbatu di tata surya. Selain itu, Seismometer amat mungkin dapat mendeteksi air yang berbentuk cair, atau gumpalan gunung berapi aktif di bawah permukaan Mars.

Sementara itu, HP3 akan mengukur suhu dalam planet tersebut, mendeteksi panas yang keluar, serta mencari sumber panas tersebut. Menurut Tilman Spohn dari German Aerospace Center (DLR), pengukuran panas itu dapat mengungkapkan apakah Mars memiliki material pembentuk yang sama dengan Bumi atau Bulan, dan pembentukan serta evolusi planet berbatu. Untuk mendapatkan data itu, HP3 akan mengebor sedalam 16 kaki (5 meter) dari permukaan Mars. Pengeboran itu ialah yang paling dalam daripada probe sebelumnya.

Lalu, yang terakhir ialah RISE. Instrumen itu secara akurat akan mendeteksi lokasi Insight Lander saat mendarat, seperti halnya teknologi GPS di ponsel pintar. Menurut William Folkner dari NASA, RISE dapat membantu mereka mengawasi Insight dan memberi tahu lokasi Mars di angkasa luar, serta seberapa cepat planet itu berotasi di orbitnya.

Selain itu, RISE diibaratkan seperti cermin yang dapat memantulkan sinyal ke penerima di Bumi dan sebaliknya, dari Bumi ke RISE. Dengan demikian, semua data yang direkam Seismometer dan HP3 dapat diterima dan diteliti ilmuwan yang ada di Bumi. Tidak hanya itu, ilmuwan juga dapat selalu mengawasi dan mengendalikan Insight Lander dari Bumi.

(NASA/Antara/AFP/Dailymail/M-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meminta sekolah untuk melakukan pengecekan surat keterangan tidak mampu (SKTM) dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Hal itu dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan SKTM agar diterima di sekolah negeri. Pasalnya, dalam Permendikbud 14/2018 tentang PPDB disebutkan kuota minimal untuk siswa tidak mampu sebanyak 20%. Apakah Anda setuju pihak sekolah harus melakukan pengecekan dan tidak langsung menerima begitu saja SKTM tanpa verifikasi ke lapangan?





Berita Populer

Read More