Kembali ke Alam lewat Makanan

Penulis: Ghani Nurcahyadi Pada: Jumat, 11 Mei 2018, 03:05 WIB Ekonomi
Kembali ke Alam lewat Makanan

ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

MASYARAKAT kian makin berminat pada gaya hidup hijau (green lifestyle). Konsumsi makanan yang berasal dari alam sudah menjadi kecenderungan yang terjadi dalam pola makan sehari-hari. Penganan dengan label organik mulai marak dijajakan dan terus dicari di pasaran.

Angga, 30, warga Depok, Jawa Barat, mengatakan, konsumsinya terhadap penganan organik berkelindan dengan gaya hidup sehat yang coba diterapkannya. Hal itu menjadi penopang hobinya yang rutin menyambangi pusat kebugaran 2-3 kali dalam sepekan untuk menjaga kondisi tubuh.

"Sayang saja kalau sudah berolahraga, tapi tidak dibarengi dengan konsumsi makanan sehat. Saya berpikir makanan yang sehat membantu saya mendapatkan hormon positif dan menyehatkan badan. Dengan demikian, aktivitas sehari-hari tidak terganggu," kata Angga kepada Media Indonesia, kemarin.

Bukan hanya di level individu, kesadaran untuk mempromosikan gaya hidup sehat lewat penganan sehat pun menjadi perhatian dari sejumlah kelompok masyarakat. Misalnya, Koperasi Produsen Teh Organik Sebelas Jurai Saiyo di Dusun Rawang, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatra Barat.

Koperasi itu bersama dengan organisasi nonpemerintah asal Belanda, SHGW Bio Tea Indonesia, mengedukasi petani di Solok sejak 2008 untuk memproduksi teh organik. Hasilnya, sekarang muncul merek premium tea, Lugu's, yang punya tiga varian teh, yaitu white tea, silver tea, dan black tea.

"Sekarang kami sudah punya 148 hektare perkebunan teh organik yang dikelola 99 petani sebagai anggota koperasi. Kami menargetkan luas lahan itu semakin bertambah lagi. Saat ini selain sudah dipasarkan di Indonesia, produk itu sudah diekspor ke Jerman lewat rekanan kami," ujar Ilham Yudha Putra, Marketing dan Promosi Koperasi Sebelas Jurai Saiyo.

Teh organik tersebut mengandung antioksidan yang lebih tinggi daripada jenis lain. Selain itu, ampas teh tersebut dapat diseduh kembali hingga maksimal tiga kali. Saat ini untuk mendapatkan teh Lugu's, selain mendatangi sentra penjualan di Solok, peminat bisa mendapatkannya melalui sejumlah platform perdagangan elektronik.

White tea dengan kemasan terkecil 125 gram dijual dengan harga mulai Rp125 ribu. Black tea yang pertama kali diproduksi Koperasi Sebelas Jurai Saiyo dengan varian kemasan lebih banyak dijual mulai Rp50 ribu untuk kemasan 75 gram. Silver tea yang merupakan varian baru dilepas ke pasar dengan harga Rp100 ribu.

Perhatian pemda

Untungnya, perhatian usaha terhadap keamanan pangan tanpa bahan kimia berlebihan sudah menjadi sorotan pemerintah daerah. Contohnya Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalimantan Barat yang dua tahun terakhir mulai menggandeng petani beras di Kabupaten Kapuas Hulu. Petani tersebut menghasilkan varietas beras Raja Uncak (Seluang).

Beras yang punya tampilan tekstur seperti ketan, tetapi lebih pulen tersebut sebelumnya diklaim menjadi favorit dari pihak kerajaan Brunei Darussalam. Pemprov Kalbar melakukan sertifikasi organik pada beras yang kini sudah diproduksi dua kelompok tani itu agar dapat menjadi komoditas unggulan.

"Keunggulannya memang berasnya lebih pulen. Dari uji organik yang dilakukan Biocert sudah terbukti dari kandungan kimianya. Tapi, untuk uji nutrisi baru akan dilakukan nanti," tutur Intan Soraya, Pengawas Mutu dari Dinas Pertanian Kalbar. Pihaknya masih memformulasikan harga yang pas untuk beras Raja Uncak tersebut.

Teh organik produksi Koperasi Sebelas Jurai Saiyo bersama Beras Raja Uncak hingga Minggu (13/5) dapat ditemukan di ajang Agrofood Expo 2018, JCC, Jakarta. Di sana beras Raja Uncak dihargai Rp35 ribu/kg. Selain keduanya, masih banyak produk pertanian dan perkebunan organik lain di ajang itu yang dihelat PT Wahyu Promo Citra.

(S-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

TEKA-teki kontestan Pilpres 2019 terkuak sudah. Joko Widodo akhirnya memilih Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin sebagai cawapres sedangkan Prabowo Subianto berpasangan dengan Sandiaga Uno. Mereka saat ini tengah melengkapi persyaratan dan akan mendatangi KPU pada Jumat (10/8) di batas akhir pendaftaran Capres/Cawapres 2019. Dari dua pasangan itu, siapa pilihan Anda?





Berita Populer

Read More