Leony Aurora, Vitri Sekarsari, dan Roxanna Rufolda Hutan itu Indonesia

Penulis: (Riz/M-3) Pada: Sabtu, 12 Mei 2018, 04:40 WIB Humaniora
Leony Aurora, Vitri Sekarsari, dan Roxanna Rufolda Hutan itu Indonesia

MI/SUMARYANTO BRONTO

GERAKAN mencintai hutan bisa dilakukan dengan berbagai cara, termasuk gerakan Hutan itu Indonesia. Gerakan yang diinisiasi Leony Aurora, Vitri Sekarsari, dan Roxanna Rufolda ini lahir dari hasil riset studi yang menunjukkan orang Indonesia melihat hutan bukan sekadar pohon saja, melainkan juga makhluk hidup.

"Ada banyak hal lain yang hidup di hutan, selain berfungsi menjaga pasokan air dan mencegah banjir, menjaga supaya tidak longsor, dan bagaimana hutan itu memiliki hubungan yang erat dengan budaya Indonesia. Hutan kita jauh lebih keren daripada hanya pohon, lebih kaya daripada itu. Kalau orang tidak mengerti hutan itu kaya, bagaimana orang mau sedih saat kita kehilangan hutan," jelas Leony.

Leony mengungkapkan tujuan gerakan ini membawa hutan lebih dekat dengan masyarakat, terutama yang di perkotaan. Sejak berdiri 2 tahun lalu, gerakan itu sudah menjaring 400 relawan.

"Gerakannya dari 2 tahun isinya cuma 13 orang yang ingin melakukan sesuatu, tapi kalau sekarang kita punya sekitar 400 relawan, tim inti yang isinya 5 orang, dan ada 40 mitra-mitra organisasi yang pernah kerja bersama kita," imbuh Leony.

Bagi Vitri Sekarsari gerakan ini mengampanyekan masyarakat untuk menjaga hutan dengan cara berbagi hal-hal positif tentang hutan.

"Kita ingin orang Indonesia mendengar hutan terbayang betapa kayanya hutan, betapa beragamnya hutan tersebut, sehingga kemudian tergerak untuk mencintai hutan sehingga akan timbul harapan dan dari situ benih-benih dari aksi yang dilakukan dapat membawa perbaikan," jelas Vitri.

Sejumlah kegiatan yang dilakukan, seperti Ku Lari ke Hutan yang mengampanyekan hutan dengan berlari, dan Jamuan dari Hutan, yakni kegiatan makan-makan yang fungsinya untuk memperkenalkan bahan-bahan dapur Indonesia yang mayoritas berasal dari hutan. Kegiatan lainnya ialah Konser Musica Foresta, yaitu hasil akhir rangkaian perjalanan program Musica Foresta.

"Kami juga ajak musisi untuk ke hutan. Musisi jika ditaruh di tempat yang penuh inspirasi pasti menghasilkan sesuatu. Ada Glenn Fredly, Astrid, mereka dimasukkan di hutan yang berbeda-beda, dengan durasi waktu yang berbeda dan menciptakan lagu sepulangnya dari hutan tersebut," jelas Roxanna.

Budaya
Apabila hutan hilang, kata Leony, hilang pula budaya Indonesia. Sebabnya, masih banyak suku di Indonesia yang tinggal dekat dengan hutan dan memiliki hubungan dekat dengan alam.

"Ketika tempat mereka hilang, budaya mereka akan hilang apalagi disuruh pindah ke tempat lain. Kalau anggap Indonesia Bhinneka Tunggal Ika, ketika hutan itu hilang, Bhinneka kita itu kurang," tambah Leony.

Untuk membuat anak-anak muda tertarik dengan gerakan Hutan itu Indonesia, mereka membuat acara yang seru-seru agar menarik perhatian para anak muda untuk mau bergabung sekaligus mengedukasinya. Mereka selalu menekankan untuk melindungi hutan mulai diri sendiri dan dimulai dari apa yang disukai. Misalnya, jika suka bermusik, mereka dapat menyebarkan cinta kepada hutan lewat musik. Tidak hanya itu, mereka pun menginisiasi diadakannya Hari Hutan Indonesia melalui penandatangan petisi yang sudah berjumlah 12 ribu tanda tangan. Hari Hutan Indonesia tersebut dimaksudkan untuk semakin menumbuhkan rasa bangga masyarakat pada hutan Indonesia.

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More