Berkirim Pesan hingga Memantau Kemacetan

Penulis: Siti Retno Wulandari Pada: Sabtu, 12 Mei 2018, 03:00 WIB Teknologi
Berkirim Pesan hingga Memantau Kemacetan

MI/ADAM DWI

SEPINTAS tampilannya terlihat mirip dengan pelopor aplikasi pesan pada ponsel pintar. Namun, seusai pengguna mendaftar, justru banyak pilihan aktivitas yang belum ada pada aplikasi pesan mana pun.

Mulai kolom iklan untuk mempromosikan barang dagangan, info lalu lintas yang disajikan secara real time menggunakan data kementerian perhubungan, hingga pilihan menu berita untuk memperbarui pengetahuan. Pengguna bisa secara langsung menampilkan barang dagangan dalam fitur iklan, tapi masih terbatas dengan unggahan satu foto saja.

Semua kemudahan itu tersedia di aplikasi bernama Callind. Aplikasi berukuran 31 megabita ini bisa diunduh gratis di Play Store. Setelah mengunduh, Anda cukup registrasi dengan nama lengkap, nama pengguna, dan nomor telepon. Berikutnya Anda mendapatkan one time password (OTP) sebagai keamanan. Jika kontak yang dimiliki terhubung dengan Callind, Anda bisa berkomunikasi langsung.

Pada 2017 aplikasi bernama lengkap Calling Indonesia (Callind) ini sudah masuk Play Store. Sementara itu, untuk ponsel berbasis IOS, founder Callind Novi Wahyuningsih masih mempersiapkan sistem untuk layanan premium untuk iklan dan akun pengguna yang akan diluncurkan sekitar November tahun ini. Nantinya layanan premium tersebut akan berbayar dengan besaran harga yang belum ditentukan Novi dan tim.

"Indonesia memiliki jumlah pengguna sistem Android yang besar, 130 juta, kenapa tidak membuat aplikasi pesan karena semua orang pasti berkomunikasi. Agustus 2017 mulai bisa diunduh dan dalam waktu enam bulan Callind berada pada urutan tiga teratas," kata Novi saat ditemui di Jakarta, Rabu (9/5).

Fitur pesan pribadi
Jika isi percakapan tidak ingin dilihat orang lain, Anda bisa menyembunyikannya dengan fitur pesan pribadi. Dalam fitur itu dapat diatur berapa lama pesan itu akan tampil di layar seusai dibaca. Jika penerima belum membuka atau membaca pesan itu, pesan tidak akan hilang meski melewati tenggat pengaturan.

"Sampai enkripsinya pun terhapus. Untuk pesan biasa saat ini masih berupa teks yang bisa terbaca pada sistem kami, tetapi ke depan akan kami buat enkripsi juga demi kenyamanan pengguna," tukas perempuan yang sempat bercita-cita menjadi pembalap.

Selain fitur itu, Callind memiliki fitur pencarian teman meskipun tidak ada dalam daftar kontak. Pengguna cukup mengaktifkan pengaturan lokasi. Jika dinonaktifkan, tidak akan muncul dalam daftar pencarian teman.

Meskipun ada kemudahan dalam mencari teman, Novi tetap mengutamakan kenyamanan dan keamanan. "Harus ada persetujuan ketika kita ingin melakukan chat dengan teman yang ditemui melalui fitur tersebut. Jika tidak setuju, komunikasi tidak akan terjalin," pungkasnya.

Hingga saat ini total data pengguna aktif disebut Novi berada pada angka 734 ribu orang. Sementara itu, dalam satu hari aplikasi buatannya diunduh sebanyak 1.000 kali per hari. Jangkauannya pun sudah sampai di luar negeri, banyak nomor luar yang terdaftar menggunakan aplikasi Callind.

Akui belum sempurna
Label buatan anak negeri tidak lantas membuat Novi besar kepala dan puas begitu saja. Masih banyak yang perlu diperbaiki pada aplikasi buatannya, terlebih untuk fitur pengiriman foto. Beberapa kali masih terjadi gangguan, foto yang terkirim terpilih acak tidak sesuai keinginan pengirim.

Tim Callind sedang melakukan perbaikan dijanjikan dalam waktu satu hingga dua bulan ke depan gangguan tersebut sudah terselesaikan. Pun dengan fitur berita yang belum ada isinya, Novi berharap bisa bekerja sama dengan beberapa media massa untuk memasok berita. Yang terpenting, imbuh Novi, muncul kesadaran masyarakat untuk menggunakan produk lokal karena dari segi keamanan, kenyamanan, juga kualitas dijanjikan bisa bersaing.

"Kami terbantu dengan adanya ulasan seperti Play Store sehingga bisa menjadi perbaikan untuk Callind. Terkait banyaknya fitur, tidak menjadi lebih berat kok," tuturnya.

(M-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More