Polri Selidiki Napi Teroris Pembunuh Lima Anggota Brimob

Penulis: Akmal Fauzi Pada: Jumat, 11 Mei 2018, 20:15 WIB Megapolitan
Polri Selidiki Napi Teroris Pembunuh Lima Anggota Brimob

MI/ROMMY PUJIANTO

ANGGOTA Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri menyelidiki narapidana teroris yang menjadi pelaku pembunuhan lima anggota kepolisian di Rumah Tahanan Negara Cabang Salemba Kelapa Dua Depok Jawa Barat.

"Itu masih dalam penyelidikan," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto, di Jakarta, Jumat (11/5).

Setyo mengungkapkan penyidik kepolisian akan memastikan napi teroris membunuh kelima anggota polisi menggunakan senjata tajam atau pecahan kaca.

Setyo menyebutkan polisi telah memeriksa beberapa narapidana teroris sebagai saksi tetapi berdasarkan informasi sementara menyebutkan pembunuhan itu menggunakan belahan kaca.

"Informasi yang diterima menggunakan kaca dan memang kaca ada bekas bercak darah," ujar Setyo.

Namun, Setyo menuturkan bekas luka pada sekujur tubuh korban seperti akibat sayatan senjata tajam. Diungkapkan Setyo, penyidik akan mengetahui dan memastikan peristiwa kerusahan dan penyanderaan yang dilakukan narapidana teroris itu secara spontanitas atau terencana.

Sebelumnya, sebanyak 156 narapidana teroris bertindak rusuh dan menyandera sembilan anggota Polri di Rumah Tahanan Cabang Salemba Kelapa Dua Depok pada Selasa (8/5) malam.

Akibat penyanderaan itu, lima anggota Polri gugur usai dibunuh narapidana teroris, empat anggota Polri lainnya mengalami luka dan seorang narapidana yang menjadi salah satu pentolan teroris tewas ditembak.

Melalui pendekatan lunak, anggota Polri mampu menguasai Rutan Cabang Salemba Kelapa Dua dan 155 narapidana teroris menyerahkan diri. (Ant/OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More