Ada Jejak Jaringan JAD di Rencana Serangan ke Mako Brimob

Penulis: Akmal Fauzi Pada: Jumat, 11 Mei 2018, 20:10 WIB Megapolitan
Ada Jejak Jaringan JAD di Rencana Serangan ke Mako Brimob

MI/ROMMY PUJIANTO

EMPAT terduga teroris yang berencana menyerang Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, merupakan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bandung. Dua diantaranya ditembak lantaran melawan saat ditangkap.

"Mereka jaringan JAD Bandung. Patut diduga akan ikut melakukan aksi di Mako Brimob," kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto, Jumat (11/5).

RA, JG, HG dan AM ditangkap di kawasan Tambun, Bekasi, Kamis (10/5) dini hari setelah polisi mendapat informasi akan ada orang yang hendak ke Mako Brimob saat kerusuhan masih berlangsung

RA dan JG saat hendak dibawa ke Mako Brimob di perjalanan melakukan perlawanan kepada anggota yang membawa terduga teroris itu. Mereka memberontak dan berupaya mencekik anggota.

Selain itu, RA dan JG juga disebut berusaha merebut senjata api dari petugas. Setyo mengatakan anggota kemudian menembak JG dan RA. Sementara HG dan AM saat ini masih dilakukan pemeriksaan

"Keduanya dibawa ke RS Bhayangkara. RA dinyatakan meninggal dunia. Sedangkan JG sedang dalam perawatan," tutur Setyo.

Barang bukti yang disita satu buah sangkur. Dua buah belati. Amunisi atau peluru 9mm 35 butir. Paku tembak 25 buah. Ketapel 2 buah. Busur besi 3 buah. Peluru gotri 65 butir dan peluru senapan angin 28 butir. (A-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More