Anwar Ibrahim Terima Pengampunan dari Raja Malaysia

Penulis: Denny Parsaulian Sinaga Pada: Jumat, 11 Mei 2018, 19:40 WIB Internasional
Anwar Ibrahim Terima Pengampunan dari Raja Malaysia

AFP PHOTO / Manan VATSYAYANA

RAJA Malaysia setuju untuk mengampuni Anwar Ibrahim. Perdana Menteri baru negara itu Mahathir Mohammad mengatakan Jumat (11/5). Dengan demikian terbuka kembali jalan bagi Anwar yang merupakan pemimpin oposisi yang dipenjara itu untuk kembali ke dunia politik dan berpotensi menjadi perdana menteri.

Ini adalah perkembangan dramatis terbaru setelah aliansi oposisi Mahathir Mohamad memberikan kekalahan mengejutkan bagi koalisi Barisan Nasional (BN) yang berkuasa sangat lama. Mahathir sekaligus mengakhiri enam dekade kekuasaan rezim yang korup.

Mahathir disumpah pada Kamis (10/5) menjadi pemimpin tertua di dunia di usianya yang kini 92 tahun.

Mahathir, yang memerintah dengan 'tangan besi' selama lebih dari dua dekade sebelum pensiun pada 2003, memutuskan hubungan dengan BN karena dugaan korupsi pemimpin partai yang juga mantan anak didiknya, Najib Razak. Najib diduga menjarah dana kekayaan negara di 1MDB.

Politikus tua itu bergabung dengan partai-partai oposisi yang menentangnya saat berkuasa dan setuju bahwa jika terpilih, ia akan menyerahkan posisi Perdana Menteri ke Anwar, musuh bebuyutannya.

Mahathir sebelumnya mengatakan dia akan tetap menjadi perdana menteri selama 2-3 tahun, sebelum mentransfer kekuasaan ke Anwar.

Anwar, dari Partai Keadilan Rakyat, adalah pemimpin kunci dari aliansi oposisi. Salah satu politikus paling karismatik di Malaysia, namun Mahathir kemudian memecatnya pada 1998 dan kemudian memenjarakannya karena sodomi dan penyalahgunaan kekuasaan.

Namun, pasangan ini berdamai dan bergabung saat dugaan atas penjarahan 1MDB dan Najib yang dinilai menjadi semakin otoriter, memenjarakan lawan, dan memberlakukan hukum bagi yang berbeda pendapat.

Anwar, 70, dipenjara lagi pada 2015 pada masa pemerintahan Najib, dan akan keluar bulan depan.

Namun Mahathir mengatakan pada konferensi pers bahwa Raja Sultan Muhammad V, dalam sebuah pertemuan dengan para pemimpin oposisi, telah mengindikasikan bersedia memberikan Anwar pengampunan dari kerajaan.

Pengampunan kerajaan berarti dia dapat kembali ke politik dengan segera. Tanpa pengampunan dari kerajaan, dia akan dilarang dari kehidupan politik selama lima tahun.

"Kami akan memulai ... proses yang tepat untuk memberikan pengampunan," kata Mahathir kepada wartawan. "Dia harus dibebaskan segera ketika dia diampuni." (A-5)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More