Saksi Mendengar Tembakan Usai Penangkapan Teroris Tambun

Penulis: Antonio Pada: Jumat, 11 Mei 2018, 18:25 WIB Megapolitan
Saksi Mendengar Tembakan Usai Penangkapan Teroris Tambun

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak

EMPAT terduga teroris ditembak polisi saat ditangkap di sekitar underpass, Desa Mekarsari, Pasar Tambun, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis (10/5) dini hari.

Pantauan Medcom.id, di sekitar lokasi penangkapan masih terdapat bercak darah terduga teroris yang ditembak petugas. Saat penangkapan, seorang pemilik warung di lokasi kejadian, Ade, 50, mengatakan peristiwa terjadi pukul 01.30 WIB.

"Ada tiga kali suara tembakan, dari seberang warung," ujar Ade saat ditemui di Tambun, Bekasi, Jumat (11/5).

Dia menuturkan, sebelum suara tembakan meletus, polisi telah menangkap empat terduga teroris itu. Para terduga teroris diborgol. Namun, di antara mereka melawan petugas.

"Langsung ditangkap, langsung diborgol. Kakinya yang ditembak, sudah ditangkap terus mau kabur lagi, ditembak," bebernya.

Dia mengaku, sebelum menangkap terduga teroris. Polisi yang melakukan penangkapan, telah berada di warung miliknya.

"Yang saya tahu yang nongkrong di sini di warung saya cuma tiga (polisi). Pakai pakaian preman," ujarnya.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan, keempat terduga teroris yang ditangkap yakni AM, 39; HG, 41; RA, 41; dan JG, 30. Namun, saat dibawa ke markas Densus 88, dua terduga teroris RA dan JG melawan sehingga ditembak petugas.

"Keduanya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara. Namun, setelah mendapatkan perawatan selama dua jam, RA meninggal. Sementara JG masih mendapatkan perawatan," ujarnya.

Dari tangan para pelaku polisi menyita barang bukti berupa 1 buah sangkur, 1 buah belati, 25 butir amunisi kaliber 9 mm, 25 buah paku tembak, 2 buah ketapel, 3 busur besi, 69 peluru gotri, 2 golok, dan 48 butir peluru senapan angin.

"Keempat terduga teroris ini merupakan jaringan JAD Jawa Barat," kata Setyo. (Medcom/OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More