Jouska Bantu Milenial Atur Keuangan

Penulis: (Eno/H-2) Pada: Jumat, 11 Mei 2018, 02:30 WIB Humaniora
Jouska Bantu Milenial Atur Keuangan

MI/PERMANA

NARASUMBER selanjutnya yang menggunakan teknologi digital media sosial ialah Jouska. Jouska dibentuk untuk mengatasi permasalahan satu klien milenial. Mereka perusahaan yang bergerak menawarkan jasa perencana keuangan bagi personal maupun korporasi.

Jouska berbeda dengan perencana keuangan yang sudah ada sebelumnya karena Jouska terdiri atas tim, yaitu satu founder dan tiga cofounder yang ahli di bidang masing-masing.

Keempat founder Jouska itu memiliki latar belakang keuangan yang berbeda-beda. Ada yang pernah kerja di sekuritas dan asuransi, ada yang kerja di bank, ada pula yang memang bagian finance dan accountant di perusahaan besar, serta ada yang memang dari fresh graduate sudah jadi perencana keuangan. Ada tim riset investasi, tim pajak, tim legal, tim asuransi, tim restukturisasi utang, tim business finance, dan sebagainya. Sebabnya, tidak mungkin satu ahli mengatasi berbagai persoalan.

Jouska melakukan pendekatan dengan kasus yang 'anak muda banget' dan menyindir pola konsumtif 'kelas menengah ngehe'. Misalnya, bercerita mereka sedang menangani kasus anak usia 30 tahun dengan gaji Rp27 juta per bulan yang sama sekali tidak memiliki tabungan.

Setelah dicek, tagihan 4 kartu kredit selama setahun berisi pembelian kopi seharga Rp47 juta dalam setahun.

Ke depan, Jouska ingin lebih banyak lagi membenahi permasalahan keuangan, khususnya keuangan anak muda. Sebabnya, banyak ditemukan anak muda bergaji besar, tapi tidak punya tabungan atau malah punya utang konsumtif.

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More