Cagub Khofifah Ajak Nahdiyin Perangi Rentenir

Penulis: Abdus Syukur Pada: Kamis, 10 Mei 2018, 15:19 WIB Politik dan Hukum
Cagub Khofifah Ajak Nahdiyin Perangi Rentenir

Ist

CALON Gubernur (cagub) Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak warga nahdiyin untuk memerangi rentenir.

Khofifah menjanjikan kepada masyarakat, akan memberikan akses kemudahan untuk mendapatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sehingga ketergantungan terhadap rentenir bisa terlepas.

Apalagi, jelas Khofifah, pemerintah menyediakan sebesar Rp100 triliun untuk KUR di Jatim. Namun yang terserap hanya sekitar Rp18 triliun.

Hal itu disampaikan Khofifah saat menghadiri istigasah dan silaturahim ulama di Pondok Pesantren Baujeng Beji Kabupaten Pasuruan, Kamis (10/5).

"Ukhuwah nahdliyah harus menjadi hal pokok dan penguatan kelembagaan struktural dan kultural warga nahdiyin. Pemilihan kepala daerah (pilkada) jangan mengoyak kebersamaan warga nahdiyin. Karena dari kebersamaan ini kita bisa menguatkan ekonomi warga, seperti saling mengingatkan agar terhindar dari jeratan rentenir," kata Khofifah.

Menurut Khofifah, warga nahdiyin adalah yang terbesar di Jatim dan suaranya sangat menentukan dalam pemilihan gubernur Jatim 2018. Keberadaan mereka jangan hanya dijadikan komoditas politik belaka. Tapi mereka juga harus dijamin untuk bisa berkembang secara ekonomi.

Khofifah mencontohkan, di pasar-pasar tradisional, para pelaku ekonomi atau pedagang, didominasi oleh warga nahdiyin. Namun, mereka tidak berdaya
secara ekonomi, karena terjerat oleh rentenir yang beroperasi di pasar-pasar.

"Saya sudah berkeliling ke pasar-pasar se-Jatim, tapi sangat jarang ada bank yang ada di pasar-pasar itu. Padahal pemerintah telah mengeluarkan program KUR, yang akhirnya hanya sedikit saja yang bisa terserap masyarakat. Inilah salah satu yang akan saya lakukan jika dihendaki menjadi Gubernur Jatim, yakni dengan membuatkan saluran atau kanal agar masyarakat mudah mengakses KUR dan terhindar dari jeratan rentenir," tegas Khofifah.

Khofifah mengapresiasi keberadaan lembaga keuangan syariah milik Pondok Pesantren Sidogiri, Baitul Mal Wattamwil (BMT) Sidogiri, yang banyak terdapat di pasar tradisional di Jatim untuk melawan rentenir.

"Pondok Pesantren Sidogiri melalui BMT sudah berupaya memberdayakan ekonomi masyarakat. Karena BMT Sidogiri ini justru banyak terdapat di pasar-pasar tradisional," ungkap Khofifah.

Calon wakil gubernur Emil Dardak menyampaikan agar masyarakat bisa menangkap peluang ekonomi di tengah pembangunan infrastruktur yang tengah dikebut pemerintah.

"Saat ini pemerintah mengebut pembangunan jalan tol. Jangan sampai keberadaan jalan tol justru menghambat aktivitas eKonomi masyarakat. Warga harus diberi bekal dengan berbagai pelatihan agar bisa menangkap peluang usaha. Pemerintah juga harus berupaya memberikan peluang itu, seperti dengan rest area yang harus diisi untuk mengembangkan ekonomi warga sekitar," ujar Emil.

Sementara, salah seorang pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri KH Abdullah
Siradj menyampaikan keyakinan terhadap pasangan Khofifah-Emil yang didukung Partai Nasdem, bisa memenangi Pemilihan Gubernur Jatim.

Termasuk di Kabupaten Pasuruan yang selama ini menjadi basis dukungan calon gubernur Saifullah Yusuf.

"Kami mendukung Ibu Khofifah karena yaKin dengan kemampuan beliau. Kami yakin dan Insyaallah Khofifah-Emil menang, termasuk di Pasuruan ini," tandas KH Abdullah Siradj. (A-1)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More