Jazz Betawi Lantun Orchestra Bakal Tampil di Seoul Music Week 2018

Penulis: Purba Wirastama Pada: Kamis, 10 Mei 2018, 00:00 WIB Hiburan
Jazz Betawi Lantun Orchestra Bakal Tampil di Seoul Music Week 2018

Lantun Orchestra (Chaka Music Production)

GROUP musik asal Jakarta, Lantun Orchestra terpilih untuk tampil dalam Seoul Music Week 2018 di Korea Selatan pada akhir pekan ini. Dalam ajang musik jazz tiga hari ini, mereka menjadi penampil tamu bersama 19 kelompok musik internasional lain.

Lantun Orchestra, dalam formasi delapan personel, mendapat panggung hari ketiga, Minggu, 13 Mei 2018 di Sejong Performing Arts Center Seoul. Menurut keterangan pers yang diterima Medcom.id, mereka juga mendapat kesempatan tampil di National Museum of Korea sehari sebelumnya.

Lantun adalah Chaka Priambudi (piano) bersama Cucu Kurnia (kendang), Dwiani Indraningsri (flute), Tata (vokal), Edward Hosea (bass), Kabul Sihombing (perkusi), Asri Dewi Lestari (violin), dan Rigen Handoyo (terompet). Lewat kostum yang mereka pakai, mereka sekaligus ingin mengenalkan kebaya rancangan Roemah Kebaya dan batik rancangan Project Anra.

Agus Setiawan Basuni dari WartaJazz ikut mendampingi. Kedatangannya juga dalam rangka menjadi pembicara dalam MusicConnects Asia untuk sesi Future of Asian Music pada 11 Mei.

Lantun Orchestra digagas oleh Chaka dan aktif sejak 2013. Awalnya, mereka menggarap ulang dengan sentuhan gambang kromong dan jazz Betawi, lagu-lagu lama dari Ismail Marzuki, Bing Slamet, Benyamin Sueb, Lilis Surjani, dan Oslan Husein. Pada 2014, mereka merilis album demo berisi aransemen ulang lima lagu daerah klasik.

Debut album studio Lantun dirilis pada 2017 di bawah label Chaka Music Production. Album berisi tujuh komposisi asli karya Chaka dan direkam secara live recording bersama 17 musisi. (medcom?OL-6)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More