Komnas HAM: Bendung Kampanye SARA Agar Tidak Meluas

Penulis: Rudy Polycarpus Pada: Rabu, 09 Mei 2018, 16:45 WIB Politik dan Hukum
Komnas HAM: Bendung Kampanye SARA Agar Tidak Meluas

Ilustrasi

Ujaran kebencian dan diskriminasi berbau suku, agama, ras, dan golongan (SARA) masih tampak di sejumlah daerah selama Pilkada Serentak 2018.

Tindakan-tindakan itu berpotensi membawa pengaruh negatif dalam penyelenggaraan Pilkada tahun ini.

Hasil pantauan Komnas HAM, di Pilkada Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, Kalimantan Barat, dan Sumatera Utara ditemukan fakta adanya ujaran kebencian terhadap salah satu calon.

"Kalau mengalami eskalasi lebih lanjut akan berpengaruh terhadap jalannya pilkada dan menjalar ke daerah lain," Komisioner Komnas HAM Munafrizal Manan, di Kantor Komnas HAM, Jakarta, hari ini.

Contohnya, sambung Munafrizal, Kalimantan Barat, ada indikasi kampanye SARA melalui media sosial. Praktik kampanye dengan isu SARA terutama terjadi di Kabupaten Bengkayang dan Singkawang.

Pihaknya juga menemukan ujaran kebencian yang berbunyi "halal masuk neraka" bagi salah satu pasangan calon kepala daerah di Pilkada Kabupaten Garut. Selain itu, ada juga sebuah kasus terkait hoaks dan kriminalisasi ulama di Jawa Barat.

"Apabila tidak diantisipasi, bisa berujung tindakan diskriminatif dan berupaya mendominasi ruang kesadaran politik dengan satu identitas tunggal tertentu dan meminggirkan identitas lainnya," tandasnya. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More