Sosialisasi Pilkada Libatkan Kades

Penulis: Antara Pada: Rabu, 09 Mei 2018, 11:01 WIB Politik dan Hukum
Sosialisasi Pilkada Libatkan Kades

Ilustrasi

KOMISI Pemilihan Umum Kabupaten Tangerang, Banten, mengandeng para kepala desa untuk berperan aktif dalam sosialisasi Pilkada 2018 dengan mengajak warga mencoblos pada 27 Juni.

"Karena kepala desa merupakan bagian dari elemen satuan kerja (Satker) Pilkada," kata Ketua KPU Kabupaten Tangerang, Ahmad Jamaludin di Tangerang, Rabu.

Ahmad mengatakan elemen lain adalah polisi, kejaksaan dan TNI yang berfungsi membantu KPU dalam kegiatan sosialisasi, fasilitasi dan antisipasi masalah.

Namun dalam pelaksanaan maka tetap kepala desa maupun elemen satker tersebut harus bersifat netral tidak memihak kepada salah satu calon tertentu.

KPU setempat telah menetapkan pasangan petahana Ahmed Zaki Iskandar berpasangan dengan Mad Romli (Zaki-Romli) sebagai calon bupati dan wakil bupati periode 2018-2023. Keduanya merupakan kader Partai Golkar. Mad Romli menjabat Ketua DPRD Kabupaten Tangerang dan akhirnya mengundurkan diri digantikan oleh Sumardi.

Pasangan Zaki-Romli adalah calon tunggal yang mendapatkan dukungan 12 partai dan hanya melawan kotak kosong, seperti halnya Pilkada Kota Tangerang dan Kabupaten Lebak.

Menurut dia, elemen satker harus dapat menyelesaikan konflik yang mungkin terjadi dan monitoring pelaksanaan pilkada. Demikian pula satker dapat memberikan saran dalam penyelesaian masalah dan melaporkan kepada Bupati Tangerang, Gubernur Banten serta ke Mendagri.

Dalam sosialisasi tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid dengan melibatkan kepala desa serta unsur terkait lainnya pada sebuah hotel di Kecamatan Panongan.

Sedangkan KPU setempat menargetkan hak pilih minimal sebanyak 80 persen agar pemilih tetap dapat mendatangi TPS untuk menentukan pilihan mereka.

Sebelumnya, KPU setempat menetapkan 1.843.188 pemilih tetap yang tersebar di 29 kecamatan dengan perincian laki-laki sebanyak 931.676 dan perempuan 911.512 pemilih. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More