Cowell Development Optimistis Tingkatkan Kinerja Bisnis

Penulis: Ghani Nurcahyadi Pada: Selasa, 08 Mei 2018, 17:25 WIB Properti
 Cowell Development Optimistis Tingkatkan Kinerja Bisnis

ist

KENDATI terjadi perlambatan ekonomi secara global yang menyebabkan lesunya penjualan sektor properti Indonesia dalam tiga tahun belakangan, PT Cowell Development Tbk, perusahaan pengembang properti berskala besar di Indonesia, dinilai mampu bertahan dengan baik.

Pada 2017, perseroan mampu menjaga pertumbuhan kinerja masing-masing segmen usaha, baik residensial maupun komersial. Bersama entitas anak, perseroan berhasil menyelesaikan proyek Lexington, Mahogany, dan Pinewood.

Perseroan juga memulai pembangunan tower 2 di proyek Acacia Tower dan perumahan The Banyan di kawasan The Oasis, serta pengembangan lahan residential di Balikpapan, Kalimantan Timur, yaitu Borneo Paradiso.

Presiden Direktur PT Cowell Development Tbk, Darwin F Manurung, mengatakan, meski secara umum kondisi bisnis properti beberapa tahun terakhir turun, munculnya berbagai kebijakan strategis dari Pemerintah dan Bank Indonesia, seperti LTV inden, tax amnesty, BI rate yang rendah, PPH, DIRE (Dana Investasi Real Estate), dan regulasi kepemilikan asing dinilai cukup membantu meningkatkan daya beli masyarakat di sektor ini.

Alhasil, kata dia, manajemen perseroan mampu menyiasati dengan baik dan membukukan nilai penjualan sebesar Rp525 miliar pada 2017.

"Ya kendati kondisi sektor properti dalam tiga tahun mengalami penurunan, tidak menyurutkan perseroan untuk terus meningkatkan kinerja bisnis di tengah tantangan yang ada," ujarnya usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan di Jakarta, Selasa (8/5).

Darwin menilai pasar properti Indonesia tetap menjadi primadona sebagai investasi jangka panjang yang menjanjikan. Apalagi, harga yang terus menanjak, sampai dengan pemasukan pasif yang bisa didapat dari hasil sewa.

"Ya serangkaian program tersebut tentu akan memberikan sentimen positif oleh para pelaku pasar. Tax amnesty dengan beberapa regulasi Pemerintah lainnya pun bisa menjadi momen titik balik yang luar biasa untuk kondisi properti di tahun ini," imbuhnya

Darwin mengungkapkan, pada 2018, pihaknya akan melakukan ekspansi dan membangun proyek baru. Tekad untuk melakukan ekspansi tersebut, dengan melihat animo masyarakat yang tinggi serta respons pasar terhadap produk hunian yang dibangun Cowell Development pada tahun lalu, membawa keyakinan dan optimistis bahwa tahun ini tetap akan tumbuh dan berprospek cerah.

Cowell masih menanti momen yang tepat untuk meluncurkan proyek baru. Pertimbangan utama perusahaan ialah efek gulir dari kebijakan pengampunan pajak yang diharapkan bisa membawa banyak dana tunai ke Indonesia, dan dibelanjakan untuk membeli properti.
Meskipun pada 2017 tidak menelurkan proyek anyar, Cowell optimistis bisa memenuhi target pertumbuhan 10%.

"Hingga kini, Cowell masih memiliki landbank alias tabungan lahan sekitar 70-80 hektare. Landbank terluas berada di proyek Borneo Paradiso. Ada rencana akuisisi landbank, pilihan kami masih di kota," ujar Darwin.

Manajemen Cowell berharap, prospek bisnis perseroan pada tahun ini akan lebih baik daripada tahun lalu. Hal itu karena adanya berbagai stimulus ekonomi yang diterapkan Pemerintah pada 2017, antara lain pelaksanaan percepatan pembangunan infrastruktur, penurunan tingkat suku bunga pinjaman, dan pernyataan Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa PDB Indonesia pada Trieulan IV 2017 tumbuh 5,19% jika dibandingkan dengan periode yang sama 2016. Persentase kenaikan tersebut merupakan yang tertinggi sejak 2016.

Oleh karena itu, Darwin menambahkan, perseroan pada 2018 masih memprioritaskan pengembangan rumah tapak (landed houses) karena risiko bisnis yang lebih rendah jika dibandingkan dengan produk properti lainnya.

Selain itu, perseroan juga akan melakukan ekspansi bisnis yang lebih selektif serta terus memusatkan perhatiannya pada penyelesaian pembangunan berbagai produk properti yang sedang berlangsung.

"Perseroan akan terus melanjutkan pengembangan proyek Borneo Paradiso di Balikpapan. Proyek berkonsep properti terpadu (mixed used) tersebut dikembangkan di atas lahan seluas 120 ha. Kamj juga akan menyelesaikan tower 2 dan pembangunan perumahan The Banyan di kawasan proyek The Oasis Cikarang," pungkasnya. (RO/OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More