Optimisme Pasar Mulai Terbentuk

Penulis: Ghani Nurcahyadi Pada: Selasa, 08 Mei 2018, 09:49 WIB Properti
Optimisme Pasar Mulai Terbentuk

MI/Pius Erlangga

SETELAH diterpa kelesuan dalam beberapa tahun terakhir, optimisme pasar properti nasional mulai terlihat. Meski masih bersifat fluktuatif, pasar menunjukkan berada di jalur pemulihan yang stabil.

Hal itu setidaknya terlihat dari survei Rumah.com property index di kuartal I 2018. Survei tersebut mencatat bahwa median harga properti residensial secara nasional berada di titik 104,7.

Median harga itu menunjukkan peningkatan sebesar 1,06% jika dibandingkan dengan kuartal yang sama pada 2017. Namun, angka itu merupakan penurunan jika dibandingkan dengan kuartal IV 2017 yang berada di 105,6.

Head of Marketing of Rumah.com Ike Hamdan menjelaskan dalam satu tahun terakhir, pasar properti menunjukkan pemulihan. Walaupun demikian, indeks itu belum mencapai titik tertinggi sejak 2015, yaitu 105,9 pada kuartal I 2016.

Meski terjadi penurunan indeks yang dipicu sejumlah provinsi padat hunian, seperti DKI Jakarta dan Jawa Timur, optimisme pengembang tecermin pada makin bergairahnya pasar melalui suplai properti baru, khususnya sektor residensial.

"Suplai residensial secara nasional, berdasarkan Rumah.com property index, mengalami kenaikan sebesar 6,8% pada kuartal I 2018 jika dibandingkan dengan kuartal IV 2017. Secara tahunan, suplai properti residensial nasional mengalami peningkatan sebesar 8,1%," kata Ike di Jakarta, Rabu (1/5).

Kenaikan suplai properti terjadi di sejumlah provinsi padat hunian. DKI Jakarta dan Banten mencatatkan kenaikan pada kisaran 4,8%. Kenaikan tertinggi terjadi di Jawa Timur sebesar 9,1%. Jawa Barat juga mencatatkan kenaikan cukup tinggi, yaitu 7,4%.

Apartemen dan kantor

Rumah.com Property Affordability Sentiment Index Semester I 2018 menunjukkan minat responden terhadap properti berada pada kisaran harga di bawah Rp750 juta. Tingginya minat konsumen terhadap harga terjangkau diamini Nanto Poerwanindyo selaku Marketing Manager Apartemen Emerald Bintaro.

Pihaknya melepas unit hunian yang berlokasi di Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, tersebut mulai Rp320 jutaan. "Sebagian besar konsumen kami itu end user dengan rentang usia 21-40 tahun. Dari hampir 1.000 unit yang sudah terjual, lebih dari 50% dari kalangan milenial," jelas Nanto saat topping off Tower A, Kamis (3/5).

Menurut rencana, PT Jaya Real Property Tbk membangun sebanyak tujuh menara di kawasan seluas 2,9 hektare itu. Saat ini perusahaan sudah memasarkan dan membangun Tower A dan B. Menurut General Manager Jaya Real Property Arum Prasasti, kemudahan cara bayar yang sangat fleksibel juga menjadi andalan pihaknya dalam menarik konsumen.

Salah satunya melalui skema balloon payment. Untuk tipe 2 bed room dan 2 bed room corner terdapat promosi angsuran uang muka ringan, mulai Rp900 ribuan per bulan. Ada pula promosi berupa tunai tanpa uang muka dan diskon pembelian unit sampai Rp60 juta.

Pengembang perkantoran juga menunjukkan optimisme mereka. Hingga akhir tahun ini, misalnya, suplai ruang kantor di area CBD Ibu Kota diperkirakan bertambah hingga 7 juta meter persegi. Itu dipicu pembangunan transportasi massal dan infrastruktur seperti MRT dan LRT. "Kami mencatat tingkat hunian masih sekitar 89% di kawasan Thamrin," ujar Direktur Leads Property Darsono Tan, Jakarta, Sabtu (5/5).

Sinyalemen itu membuat Leads Property yang memasarkan JB Tower, gedung perkantoran baru dari PT Mardhika Artha Upaya di area Kebon Sirih, Jakarta Pusat, optimistis.

Direktur Mardhika Artha Upaya Edi Susilo menambahkan, gedung kantor yang mulai beroperasi setidaknya pada kuartal IV tahun depan itu memiliki 35 ribu m2 ruang untuk disewakan. "Sekarang sudah 20% terisi. Targetnya 60% terisi saat gedung selesai," tandasnya. (S-4)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More