Menunggu Tanggung Jawab Maskapai Malindo

Penulis: Irfandi Koordinator Kerja Sama dan Pengembangan Wilayah Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Medan, Sumatra Utara Pada: Selasa, 08 Mei 2018, 07:51 WIB Surat Pembaca
Menunggu Tanggung Jawab Maskapai Malindo

ANTARA/Muhammad Iqbal

BERBAGAI berita soal kehilangan, perusakan koper dan jadwal yang tertunda dalam penerbangan maskapai grup Malindo/Lion Air, ternyata tidak membuat maskapai ini berbenah diri. Hal kurang menyenangkan terjadi pada saya dengan Malindo Air. Ini ialah penerbangan dari Kuala Lumpur ke Kualanamu, Medan (KUL-KNO) nomor penerbangan OD 322 dengan nomor bagasi OB 395117, pada Jumat (23/2).

Kejadian tersebut bermula ketika kami, rombongan dari kampus melakukan perjalanan kerja sama dengan perguruan tinggi di negeri jiran. Ketika penerbangan pulang dari Kuala Lumpur ke Kualanamu itulah terjadi perusakan pada koper saya.

Padahal, koper sudah saya antisipasi dengan melakukan full wrapping untuk menghindari perusakan. Akan tetapi, kenyataannya tas saya tetap dirusak juga sehingga saya melapor ke kantor Malindo/Lion Air yang ada di Bandara Kualanamu.

Karena berangkat secara rombongan, barang digabungkan dalam satu bagasi atas nama Kustoro Budiarta di salah satu antara rombongan kami. Maka, pihak Malindo/Lion Air meminta orang yang bersangkutan atau yang terdaftar di bagasi untuk datang ke kantor maskapai walaupun yang bersangkutan telah pulang.

Aturan tersebut saya sanggupi sehingga yang bersangkutan kembali lagi ke kantor Lion walaupun telah sampai rumah untuk menyerahkan kartu identitas, dan pihak Malindo/Lion Air akan mengganti koper saya tersebut.

Seiring berjalannya waktu, setelah dua bulan saya hubungi kembali nomor kontak kantor Malindo/Lion Air di 08111629570 untuk menanyakan proses penggantian koper tersebut. Akan tetapi, pihak Malindo/Lion Air hanya menjawab secara normatif bahwa masalah tersebut masih diproses. Namun, hingga saat ini memasuki bulan ketiga tak ada informasi dan iktikad baik dari pihak Malindo/Lion Air terkait dengan kejelasan penggantian koper saya.

Kirimkan keluhan dan komentar Anda tentang pelayanan publik ke e-mail: forum@mediaindonesia.com

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More