Peduli Budaya, Modernland Dukung Kegiatan FKSN di Candra Naya

Penulis: Micom Pada: Senin, 07 Mei 2018, 21:20 WIB Properti
Peduli Budaya, Modernland Dukung Kegiatan FKSN di Candra Naya

Ist

MUSYAWARAH Nasional ke-III Forum Silaturahmi Karaton Nusantara (FSKN) yang berlangsung 5-6 Mei 2018 di Gedung Candra Naya, Jalan Gajah Mada,  Jakarta, mendapat sokongan dari perusahaan pengembang PT Modernland Realty Tbk. Modernland ialah pengembang dan pengelola superblok Green Central City yang merupakan lokasi dari Gedung Candra Naya.

Sebagai tuan rumah, HR & Legal Director PT Modernland Realty Tbk Dharma Mitra mengatakan dukungan itu diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap budaya sekaligus upaya untuk memajukan budaya Indonesia.

Menurutnya, tujuan mulia itu perlu didukung untuk melestarikan seni dan budaya Indonesia di tengah serbuan budaya luar. Sebagai pengelola hunian superblok di kawasan Jalan Gajah Mada, Modernland pun berupaya mempertahankan cagar budaya Candra Naya sebagai situs bersejarah yang telah berusia dua abad.

"Kami bangga ikut mewarnai sejarah perkembangan kota Jakarta lewat acara ini," ujarnya melalui siaran pers, Senin (7/5).

Dharma Mitra menyebut Modernland selalu mendukung kegiatan yang diadakan di Gedung Candra Naya. Banyak kegiatan, kata dia, yang sudah dan akan dilakukan di Candra Naya dan mereka selalu akan terus mendukung.

"Termasuk kegiatan yang dilakukan Forum Silaturahmi Karaton Nusantara yang sudah beberapa kali dilakukan di Candra Naya. Kebudayaan bangsa Indonesia harus dilestarikan karena sarat nilai luhur dan Modernland Realty ikut bertanggung jawab melestarikannya," ujar Dharma.

Candra Naya merupakan sebuah rumah kuno bergaya Tiongkok yang menjadi saksi sejarah hadirnya masyarakat Tionghoa di Indonesia. Masyarakat sekitar juga mengenalnya dengan nama Rumah Mayor. Disebut sebagai Rumah Mayor karena dulu rumah yang dibangun lebih kurang 200 tahun lalu yakni antara 1806 atau 1867 itu adalah kantor dan tempat tinggal Mayor Tionghoa Khouw Kim An.

Jabatan Mayor diemban Khouw Kim An pada 1910-1942. Mayor ialah jabatan yang cukup prestisius dalam struktur pemerintahan Hindia Belanda. Jabatan itu menunjukkan bahwa tuan rumah tersebut berstatus sosial tinggi.

Adapun Forum Silaturahmi Karaton Nusantara (FSKN) dibentuk oleh para Raja, Sultan, Datu, Penglingsir dan Pemangku Adat sebagai upaya untuk menyelamatkan, melestarikan, dan mengembangkan Karaton sebagai sumber tradisi dan jatidiri bangsa.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal FSKN KRAy Naniek Widayati Priyomarsono mengatakan kegiatan ini akan memperkaya khazanah seni budaya yang hidup dan berkembang di Jakarta, dan hal ini tentu berkaitan erat dengan industri pariwisata.

Konsentrasi dan program kerja FSKN sekarang, imbuhnya, ialah lebih kepada pembelajaran dan mengasah skill masyarakat.

"Kami berencana menggandeng pemerintah, beberapa pengusaha yang mempunyai kepedulian terhadap budaya, para pemerhati budaya, serta akademisi untuk bekerja sama dalam memajukan budaya dan pendidikan praktis," tutup Naniek. (X-12)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More