Serunya Adu Ide dan Aksi

Penulis: (M-1)/ Suryani Wandari Pada: Minggu, 06 Mei 2018, 05:50 WIB Weekend
Serunya Adu Ide dan Aksi

DOK KIDZANIA

POSISI tubuhnya tegap, tata rambut, dan riasan wajahnya senada dengan gaun merah jambu yang dikenakan. Kayla Ashifah Ananidha Kusuma dan Dena Alisha berada beberapa langkah di hadapan 10 finalis lainnya. Keduanya berpegangan tangan berusaha menghilangkan ketegangan sambil menunggu kakak MC mengumumkan satu nama yang menjadi pemenang Miss Kidzania Indonesia 2018.

Ketegangan pun seakan menular pada penonton yang terdiri atas keluarga, sahabat, serta saudara. Beberapa orang bahkan berteriak menyebutkan nama untuk memecah keheningan.

Tak lama berselang, mahkota putih dengan batuan berkilauan yang sebelumnya terpasang di atas kepala Ikeishia, sang Miss Kidzania 2015 itu dilepaskan, disematkan di atas kepala Kayla Ashifah Ananidha Kusuma, kelas 5, SD Islam Al-Azhar 30 Bandung yang baru saja dinobatkan menjadi Juara 1 Miss Kidzania Indonesia 2018, Minggu (29/4) di Hain Atrium, Kidzania, Pasific Place, Jakarta.

Kayla itu begitu terharu ketika namanya disebutkan. Tangis haru pun terbendung lagi. "Senang sekali, enggak menyangka aku bisa menang jadi Miss Kidzania. Awalnya memang bercita-cita menjadi Miss Indonesia, tapi karena masih lama, saya pilih Miss Kidzania yang sama dengan Miss Indonesia," kata Kayla sambil tersenyum setelah penobatan selesai.

Wah tegang tapi tetap seru ya sobat, seperti Putri Indonesia versi kecilnya. Hehehe

2.000 pendaftar
Acara yang digelar kota bermain dan belajar untuk anak-anak ini merupakan ajang dua tahunan untuk memberikan kesempatan kepada putri-putri Indonesia untuk bermain peran. Sejumlah 12 Finalis Miss Kidzania harus melangkahkan kaki di atas panggung sembari bergaya seperti seorang model untuk memukau para penonton dan dewan juri. Salah satunya Kak Kamidia Radisti yang seorang aktris, presenter, dan juga Pemenang Miss Indonesia 2007.

Untuk berada di tahap ini, perjuangan perempuan yang akrab dipanggil Kayla itu pun tidak mudah lo sobat. Ia melewati beberapa tahap untuk bisa menang. Sebelumnya ia harus mendaftar dengan membuat karya tulis berupa cerita dari proyek sosial yang sudah pernah dikerjakan maupun yang baru direncanakan.

"Di kali ke-6 pelaksanaan ini, anak-anak diajak peduli terhadap masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Mereka mendaftar dengan membuat karya tulis bertajuk Care for the Community yang mereka lakukan sebagai bentuk peduli kepada komunitas," kata Ibu Uchu Riza, Mentor Minister and Advisor Kidzania Jakarta.

Dari 2.000 pendaftar itu, dipilih 50 peserta dan dipanggil untuk wawancara lebih jauh mengenai proyek sosial, kepribadian, hingga bakat yang dimiliki dengan dewan juri. Tahap selanjutnya dewan juri memutuskan 24 nama yang lolos ke babak semifinal pada 22 April lalu dan disaring lagi menjadi 12 nama yang lolos pada grand final. "Kriteria pemenang Miss Kidzania adalah anak perempuan yang memiliki kepribadian menarik, cerdas, berwawasan luas, berpenampilan ceria khas anak-anak, dan mampu mencerminkan keterpaduan antara kecerdasan, kecantikan, dan perilaku. Hal ini diperlukan karena pemenang akan menjadi Brand Ambassador selama 2 tahun," kata Pak Faizal Reza, Cheif Marketing Officer Kidzania Jakarta.

Proyek sosial kami
Ya, bukan hanya harus cantik dan berpenampilan menarik yang menjadi penilaian sobat, mereka pun harus memiliki proyek sosial. Kontribusi penilaiannya mencapai 50% lo. Seperti yang dilakukan Kayla misalnya, dalam 3 bulan belakangan ini ia rajin mengunjungi Yayasan Biruku Indonesia untuk mengajari anak-anak penderita autis belajar modeling di Jumat.

"Aku mengajari para anak autis untuk lebih percaya diri dan tidak patah semangat karena kekurangannya. Karena banyak dari mereka putus asa, aku ingin mereka tahu bahwa mereka pun bisa seperti anak lainnya, bisa mengenyam pendidikan di sekolah biasa tanpa keterbatasan," kata Kayla. Mengajari mereka tentu agak sulit baginya. Kayla sadar anak autis memiliki emosi yang meledak-ledak dan tak terkontrol. "Mereka harus bersama orang yang mengayomi, kalau mereka merasa nyaman, mereka pun mau mengikutiku," lanjut Kayla.

Berbeda dengan Kayla, Dena Alisha, Juara 2 Miss Kidzania Indonesia 2018, membagikan harta yang dimilikinya kepada orang tidak mampu. Dena biasanya membagikannya dalam bentuk sedekah nasi Jumat. "Setiap Jumat aku rutin memberikan 10 bungkus nasi kepada orang yang tidak mampu. Aku memberikannya saat berangkat sekolah ataupun pulang sekolah," kata Dena.

Nasi yang dibagikan ini dimasak bersama ibunya dari hasil tabungannya setiap hari. Dena berharap orang-orang yang tidak mampu itu bisa makan dan tak merasa kekurangan dan berharap pahala melimpah dari Allah untuk keluarganya.

Ada pula usaha Kirsten Bianca Livinlove, yang ingin udara bersih dan sehat yang terbebas dari asap rokok. Caranya ia datang ke beberapa tempat publik, seperti taman, dengan menggantikan rokok yang dikonsumsi beberapa orang dengan jus buah dan sayur lo. "Selain merusak udara, rokok juga bisa berbahaya bagi penggunanya. Aku menggantikan rokok itu dengan jus buah, selain lebih enak, sehat kan?" kata Bianca.

Karantina
Tak hanya sebatas itu, dalam masa karantina yang berlangsung beberapa hari itu, mereka mendapat pelatihan modeling dari Kak Maria Andromeda, Miss Indonesia Persahabatan 2017 dan pelatihan koreografi oleh Kak Rangga Kusumaputra dari NRG Collaboration. Mereka pun mendapat edukasi mengenai Kartini dan belajar lebih peduli kepada binatang dengan mengunjungi Royal Safari Garden untuk mengetahui kehidupan satwa dan lingkungannya serta belajar bagaimana manusia seharusnya merawat binatang. "Aku bertemu ular, monyet, dan lainnya dan belajar memberi makan, merawat, hingga memandikannya. Awalnya takut, tapi seru kok," kata Bianca.

Bu Uchu berharap edukasi tentang kepedulian terhadap sekitar, binatang, tumbuhan, atau udara bersih ini mampu menciptakan dunia yang lebih baik. Sobat medi pun peduli terhadap lingkungan, kan? (M-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More