Figur Mungil Yang Bercerita

Penulis: Adillah Marzuku Pada: Minggu, 06 Mei 2018, 04:35 WIB Gaya Urban
Figur Mungil Yang Bercerita

DOK. INSTAGRAM/MR_I_23

DALAM foto itu tampak beberapa pria layaknya bermain golf. Namun, bukan bola yang berada di ujung stik, melainkan potongan gambar hati. Tempat permainan golf itu pun bukan di padang rumput, melainkan di atas kartu remi dengan satu hati yang telah hilang.

Di foto lain, sesosok ahli kungfu berdiri di atas tumpukan uang logam. Segenap tenaga ia kerahkan seolah untuk menancapkan paku-paku di papan kayu.

Para pria pemain golf dan ahli kungfu itu memang terlihat bukan sosok hidup. Meski begitu, dalam konsep foto itu aksi mereka tampak sangat seru, bahkan juga membangkitkan daya khayal dan menggelitik ironi hidup. Misalnya, seolah para pemain golf tadi menyentil gaya hidup kaum urban dalam permainan percintaan mereka.

Seni permainan dan fotografi dengan figur-figur miniatur tersebut kini makin marak. Konsepnya juga semakin imajinatif dan kreatif, seperti bisa dilihat di akun Instagram @imfc87. Akun ini menjadi media penampil untuk karya dari anggota Indonesia Miniature Figure Community 87. Angka 87 mencerminkan skala figur mini yang dimainkan atau difoto, yakni 1:87. Skala figur mini sendiri bisa mencapai 1:220. Semakin besar pembanding, semakin kecil bentuk figur. Pengikut akun @imfc87 kini telah lebih dari 7.800.

Salah satu yang karyanya kerap tampil di sana ialah Irwan Kairuman. Di antara karya pria berusia 42 tahun ini ialah figur mini yang berinteraksi dengan uang logam zadul.

Kepada Media Indonesia, Irwan mengungkapkan ide konsep foto itu muncul saat ia tengah membongkar isi lemari dan menemukan uang lama. Ia pun segera mendapat ide untuk menampilkan konsep foto dengan figur mini yang seolah memahat uang tersebut.

Menjadi anggota IMFC87, pria asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dengan akun Instagram @mr_i_23 ini pun bisa lebih banyak berbagi dan belajar berbagai teknik dalam hobi unik tersebut. Baginya, seni fotografi itu sangat menantang karena mendorong menciptakan konsep unik hanya dengan sumber daya minimal.

Irwan mengaku banyak karya ia hasilkan dengan hanya di atas meja. "Dengan figur, saya cukup di meja saja. Dengan barang seadanya, imajinasi kita dituntut untuk lebih bisa berkreasi. Kita pakai HP pun jadi. Yang utama imajinasi kita," tegas Irwan.

Jika Irwan bertumpu pada imajinasi untuk bisa menghasilkan karya figur mini yang indah, Eddy Soepriadi, 50, punya tumpuan yang berbeda. Bagi Eddy yang terpenting konsep dari konstruksi keadaan figur yang ia buat.

"Saya lihat minifigur bukan foto, bukan keindahan fotonya, tetapi lebih pada keindahan konsepnya," tegas Eddy (Instagram: eddizhob).

Baginya, seni figur miniatur bukan hanya persoalan meletakkan figur, melainkan harus juga bisa mengeksplorasi karakter sosok yang digunakan, misalnya, sosok pekerja, petani, ataupun penambang. Sosok-sosok itu harus bisa ditampilkan dengan cara berbeda dan imajinatif.

"Memfoto mini figur itu beda dengan memfoto lanskap seperti gedung. Itu memerlukan keindahan, sedangkan ini minifigur punya karakter," tegas Eddy yang menyukai konsep unsur alam.

Untuk mempertegas konsep itulah, Eddy kerap merelakan beberapa miniatur figurnya terbakar ketika mengeksplorasi unsur api.

"Saya korban berapa itu yang terbakar. Satu sepeda itu sebenarnya mahal. Tapi karena tantangannya itu resiko," kenang Eddy.

Berawal dari Whatsapp
Pendiri Indonesia Miniature Figure Community 87 (IMFC87), Ahmad Joko Sukirno, 38, yang lebih akrab disapa Cak Soekir mengungkapkan komunitasnya terbentuk pada 2015.

Ketika grup nasional tidak memungkinkan untuk menampung para pencinta minifigur yang jumlahnya semakin hari selalu bertambah, bermunculan pula komunitas pencinta minifigur regional yang tetap berafiliasi dengan IMFC87 meski dengan nama yang berbeda bergantung pada daerah masing-masing.

"Jadi, grup WA sudah full, ada yang enggak masuk. Akhirnya beberapa kota membentuk komunitas sendiri. Jadi yang tidak masuk nasional bisa masuk ke regional," terang Cak Soekir.

Salah satu manfaat sekaligus berdirinya komunitas itu ialah memudahkan para pencinta minifigur mendapat barang. Sebabnya, menurut Cak Soekir, figur mini yang saat ini digunakan para anggota komunitas masih diimpor dari luar negeri.

"Ini juga salah satu tujuan kita membuat komunitas, jadi untuk mempermudah cari barang. Karena barang ini sulit. Kita beli. Jadi impor dari Jerman. Karena orang lokal, untuk skala 87 masih minim. Itu pun bukan buatan pabrik, kalau di Jerman sudah ada pabriknya," tambah Cak Soekir.

Jenis figur mini terbagi menjadi dua, yakni figur yang sudah jadi dan figur yang belum jadi (unfinished). Harganya pun berbeda. Untuk figur yang sudah jadi, satu set dengan isi 6 figur berkisar Rp200 ribu-Rp350 ribu. Ada yang satu boks berisi satu figur yang harganya berkisar antara Rp90 ribu-Rp200 ribu. Ada pula satu set figur mini dengan isi 60 figur yang dijual dengan harga Rp3 jutaan.

"Yang paling sering sih yang isi 6 kisaran Rp300 ribuan," terang Cak Soekir.

Figur unfinished ialah figur belum diberi warna, masih polos sehingga butuh proses pewarnaan lanjutan untuk mempercantik figur tersebut.

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More