Muda dan Menggulirkan Dampak

Penulis: (Suryani Wandari/M-1) Pada: Minggu, 06 Mei 2018, 02:55 WIB Weekend
Muda dan Menggulirkan Dampak

DOK PTTEP INDONESIA

ADEK Bima yang tengah berjuang dengan leukemia, anak-anak Palestina, pasien Layanan Kesehatan Cuma-Cuma di Rorotan, Jakarta Utara, hingga hutan-hutan yang tengah dihijaukan kembali di pelosok Sulawesi dan Kalimantan terhubung dalam seminar tentang pembangunan berkelanjutan di Jakarta, Rabu (25/4).

Seminar yang disertai pelatihan itu menghadirkan Vikra Ijas, salah satu pendiri Kitabisa.com, laman penggalangan dana dan donasi secara daring, yang mewadahi kontribusi publik pada anak-anak yang sakit hingga warga dunia yang tengah didera konflik. Sementara itu, Afiat Djajanegara, General Affair Manager PT TEP Indonesia, memaparkan jejak kontribusi perusahaannya, termasuk mendirikan klinik bagi warga pesisir Jakarta Utara. Sementara itu, kisah tentang kolaborasi antarpihak untuk hutan yang lestari sekaligus menjadi sumber kehidupan warga sekitarnya dibagi Silverius Oscar Unggul, Presiden Telapak yang juga seorang fellow Ashoka dan Skoll Foundation serta peraih Young Global leader dari World Economics Forum.

Forum yang menyatukan 100 pihak yang mewakili pemerintah, swasta, LSM, dan akademisi itu diselenggarakan PT TEP dan Center for Entrepreneurship, Change and Third Sector (CECT) Universitas Trisakti.

"Hal yang paling harus perhatikan dalam membangun kemitraan keberlanjutan adalah persamaan persepsi antar mitra yang terlibat. Apabila hal tersebut sudah terpenuhi, tujuan pembangunan yang berlanjut akan tercapai dengan baik," ujar Vikra Ijas, Chief Technology Officer (CTO) of Kitabisa.com.

Wirausaha sosial
Vikra yang melengkapi kiprahnya di dunia wirausaha sosial juga membagikan kiprahnya dalam saluran Youtube Catatan Anak Startup serta Diary of Startup Kid.

Semangat wirausaha sosial yang bukan cuma menekankan pelakunya tidak hanya memberikan dampak pada sekitarnya, tetapi juga menjalankan bisnisnya dengan baik agar bisa berkesinambungan, kata Vikra, menjadi salah satu penentu suksesnya Indonesia menjalankan pembangunan berkelanjutan. Kuncinya, inovasi dan konsistensi yang dijalankan berbarengan.

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More