Petahana Pilkada Parepare Akan Gugat KPU

Penulis: Lina Herlina Pada: Sabtu, 05 Mei 2018, 14:11 WIB Pilkada
Petahana Pilkada Parepare Akan Gugat KPU

Ist

KANDIDAT Petahana Wali Kota Parepare, Taufan Pawe tidak tinggal diam, terkait diskualifikasi terhadap pencalonannnya bersama Pangerang Rahim oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Parepare sebagai kandidat di Pilkada 2018.

Saat dihubungi, Sabtu (5/5) Taufan dengan tegas mengatakan akan menempuh jalur hukum untum melawan putusan KPU. "Iya, saya akan melawan dengan menempu jalur hukum menggugat KPU Parepare," katanya singkat, tanpa menyebut kapan tuntutan dilayangkan.

Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Taufan Pawe-Pangerang Rahim, Kaharuddin Kadir menjelaskan, jika rencana menggugat putusan KPU Parepare sudah dibicarakan bersama tim.

"Gugagatan akan kami ajukan dan daftarkan secepatnya sebelum masa tenggang waktu habis yakni selama tiga hari masa kerja," tandas Kaharuddin.

Sebelumnya, Jumat (4/5), KPU Kota Parepare, memutuskan mendiskualifikasi pasangan Taufan Pawe-Pangerang Rahim dari kontestasi Pilkada 2018, berdasarkan hasil konsultasi KPU Kota Parepare ke KPU RI terkait rekomendasi Panwaslu Kota Parepare atas dugaan pelanggaan administrasi.

"Keputusan tersebut berdasarkan hasil kajian dan konsultasi KPU Parepare atas surat Panwaslu Parepare Nomor : 82/SN-24/PM.00.05/IV/2018, perihal Penerusan Pelanggaran Administrasi," jelas Nur Nahdiyah, Ketua KPU Parepare.

Kasus yang menjerat petahanan bermula pada 28 April lalu, dari laporan atau temuan Abdul Rasak Asryad bernomor 05/LP/PW/Kot/27.02/IV/2018 status laporannya diteruskan ke Kepolisian Resort (Polres) Kota Parepare dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Parepare.

Panwaslu Parepare pun kemudian menyimpulkan, laporan yang diterima, diduga memenuhi unsur Pasal 188 Juncto Pasal 71 ayat (3) Undang-undang Nomor 10 tahun 2016 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota. (OL-4)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More