MUI Minta Cagub/cawagub Tidak Kampanye di Masjid

Penulis: Antara Pada: Sabtu, 05 Mei 2018, 09:51 WIB Politik dan Hukum
no-image.jpg

MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) Kota Singkawang melarang kepada tim pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat untuk tidak melakukan kampanye di rumah-rumah ibadah.

"Kampanye di dalam rumah ibadah sangat tidak dibenarkan," kata Ketua MUI Singkawang, Muchlis, Jumat.

Lain halnya, jika tim Paslon memberikan pembelajaran tentang politik supaya masyarakat menjadi cerdas itu boleh dan merupakan sebuah keharusan. "Kampanye yang tidak boleh," tuturnya.

Untuk itu, kepada orang-orang yang mengerti di dalam urusan politik hendaknya memberikan pelajaran untuk mencerdaskan masyarakat tapi bukan berkampanye.

"Misalkan temanya menyangkut dengan kepemimpinan. Maka pemimpin yang harus kita pilih adalah pemimpin yang adil, jujur, memperhatikan rakyat itu tidak salah jika memang mau disampaikan diatas mimbar, karena ini yang dinamakan dengan pembelajaran politik, bukan berkampanye," ungkapnya.

Lain halnya, jika orang tersebut mengajak masyarakat untuk memilih nomor sekian atau jangan pilih nomor sekian itu jelas tidak boleh karena sudah mengandung unsur kampanye.

Kalau ada jemaah yang bertanya tentang kepemimpinan, maka jawablah dalam hal pembelajaran bukan dalam kampanye.

"Intinya jangan mengarahkan kepada salah satu atau melarang kepada salah satu paslon, itu yang tidak dibenarkan," pesannya. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More