Atasi Persoalan Urgent, Pelaku Usaha Tinggal Telepon Ganjar Pranowo

Penulis: Haryanto Pada: Jumat, 04 Mei 2018, 20:58 WIB Nusantara
Atasi Persoalan Urgent, Pelaku Usaha Tinggal Telepon Ganjar Pranowo

ANTARA FOTO/Idhad Zakaria

GUBERNUR Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta pelaku usaha untuk menghubungi dirinya jika mendapat kesulitan.

"Bapak ibu kalau ada persoalan urgent dan butuh keputusan segera, telepon saya saja. Kalau perlu ada terobosan kita dobrak bareng-bareng," kata Ganjar dalam acara Business Sharing bertema 'Mengenal Lebih Dekat Ganjar Pranowo dan Taj Yasin' di Hotel Crown Semarang, Jateng, Jumat (4/5).

Ganjar juga menjanjikan akan menghadirkan perwakilan pemerintah pusat atau instansi vertikal untuk mengurai persoalan yang membelit pengusaha.

"Saya bisa dudukkan Direktur Jenderal Pajak di sini. Bapak ibu bisa tanyakan soal pajak sebanyaknya. Bupati dan wali kota yang menyulitkan, sampaikan. Saya bantu komunikasinya," kata Ganjar.

Taj Yasin menyoroti bisnis pariwisata yang memiliki potensi besar di Jateng.

Menurutnya, Jateng punya keuntungan karena bisnis ini masih dikuasai pemerintah dan swasta lokal. Berbeda dengan pariwisata di Bali atau Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang sudah banyak dikuasai pengusaha asing.

"Pariwisata yang booming akan menumbuhkan pelaku usaha dari kecil sampai besar. Baik industri kreatif maupun jasa. Saya ingin mengajak masyarakat Jateng mandiri agar pemerintah tidak disibukkan membantu dari awal tapi membantu menumbuhkan usaha menjadi besar," katanya.

Ketua Umum Kadin Jateng Kukrit Suryo Wicaksono mengatakan, Jateng butuh gubernur seperti Ganjar yang enak diajak rembugan dan komunikasi. "Kami para pengusaha ingin jadi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) non-APBD, karena buntutnya semua kalau industri dan usaha jalan akan mengurangi pengangguran dan kemiskinan," tegasnya. (A-1)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More