Ahok hanya Manusia Biasa

Penulis: (AT/M-4) Pada: Sabtu, 05 Mei 2018, 02:20 WIB Jendela Buku
Ahok hanya Manusia Biasa

JADWAL makan bersama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok selama ia menjabat Gubernur DKI Jakarta menjadi agenda terfavorit para anak magang dan staf gubernur.

Sebabnya, di meja makan Ahok, tidak hanya ada makan. Ahok sering membagikan cerita, dari curhat colongan hingga tentang renungannya di setiap pagi. Cerita yang dibagikan terkadang meneduhkan dan membuat para stafnya terbakar semangat. Motivasi mereka untuk bekerja sebagai pelayan publik pun bangkit kembali.

Bagi Ahok, makanan ialah sumber hiburan dan kebahagiaannya setiap hari. Ia menyukai makanan Indonesia, Tiongkok, dan Jepang, tetapi ia tidak cocok dengan makanan Korea.

Ahok juga menyukai cokelat. Bahkan, jika ada banyak cokelat di hadapannya, ia akan mencoba semuanya. Ia akan banyak memakan cokelat dengan kalori paling sedikit.

Ada tiga menu wajib di atas meja makan, yaitu ikan, tumisan sayur, dan jus buah tanpa gula. Makanan yang biasa disajikan memang untuk porsi enam orang. Jadi, sayang kalau itu tak habis.

Sisi lain sosok Ahok yang belum banyak diketahui tersebut ditulis secara renyah dan berisi dalam buku berjudul Ahok dan Hal-hal yang belum Terungkap. Buku tersebut ditulis 21 anak muda yang menamai diri mereka Anak Bawang Balai Kota. Mereka menuliskan pengalaman ketika magang dan menjadi staf Gubernur DKI Jakarta pada masa kepemimpinan Ahok.

Sosok Ahok begitu populer saat ia mulai menjabat Gubernur DKI Jakarta hingga masa pilkada DKI Jakarta pada awal 2017. Namun, di balik ingar bingar pemberitaan media, Ahok ternyata hanya manusia biasa, yang tidak semua hal diketahui dan tidak malu untuk bertanya dan belajar.

Kevin Samsi, auditor yang pernah bekerja di Singapura sebelum diterima magang pada 2016, menceritakan Ahok sosok yang mau mendengarkan. 'Di sini adalah tempat untuk belajar. Kalau kalian lebih pintar dari saya, ya coba ajari saya, tapi kalau kalian bodoh harus mau belajar dan mendengarkan', tulis pria yang pernah menjadi bagian Tim Gubernur Badan Usaha Milik Daerah pada halaman 6.

Kevin pun mengaku, pengalaman bekerja di Kantor Gubernur DKI Jakarta membuatnya sadar. Sebagai anak muda ia bisa berguna dan berdampak nyata bagi masyarakat. Ia pun mengaku dirinya kini telah memiliki pandangan berbeda tentang birokrat. "Para birokrat adalah pekerja keras," katanya.

Selain tegas, Ahok sayang kepada aparatur sipil negara (ASN) yang menjadi tanggung jawabnya. Andreas Santo Pen yang pernah tergabung dalam Tim Gubernur Bidang Kepegawaian dan Reformasi Birokrasi itu mengatakan rasa sayang Ahok itu ditunjukkan lewat kenaikan besaran tunjangan kinerja ASN agar mereka lebih sejahtera.

'Peningkatan tunjangan sampai 2-5 kali ini merupakan perubahan besar, bahkan tunjangan ini sudah dapat bersaing dengan swasta. Tunjangan yang sudah setara dengan pekerja swasta atau bahkan lebih ini ternyata mendorong PNS bekerja dan profesional seperti yang saya temui', tulis Andreas.

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More