Kulkas Besertifikat Halal Diluncurkan

Penulis: (Gnr/S-4) Pada: Jumat, 04 Mei 2018, 06:00 WIB Ekonomi
Kulkas Besertifikat Halal Diluncurkan

DOK SHARP

 INDONESIA memiliki umat Islam terbesar di dunia. Karenanya, perusahaan yang ingin berbisnis di Tanah Air mesti mempertimbangkan faktor kehalalan produk untuk mengambil hati konsumen.

Sharp Electronics Indonesia pun memikirkan hal itu. Menyambut Ramadan tahun ini, Sharp sudah mengantongi sertifikasi halal internasional (Cerol-SS23000) dengan status A yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI), khususnya untuk kategori produk lemari es dan freezer yang diproduksi dalam negeri.

Itu menjadikan posisi Sharp Indonesia sebagai produsen elektronik pertama yang memiliki sertifikat halal. Hal tersebut pun memantapkan posisinya sebagai produsen lemari es nomor satu di Indonesia dengan menguasai pangsa pasar hingga 26,6% per Maret 2018.

"Itu kami lakukan karena lemari es merupakan salah satu produk elektronik yang bersentuhan langsung dengan makanan dan minuman yang dikonsumsi," tutur Andri Adi Utomo, Domestic National Sales Senior General Manager Sharp Electronics Indonesia.

Sertifikat halal yang diperoleh Sharp merupakan hasil pemeriksaan dokumen dan audit implementasi yang diselenggarakan Sistem Jaminan Halal, Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM-MUI). Sertifikat ini diperoleh pada 28 Maret 2018 seusai menjalani serangkaian proses penilaian yang meliputi material, proses, hingga fasilitas produksi lemari es.

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More