Inovasi Anyar, Pameran Properti Daring

Penulis: Micom Pada: Rabu, 02 Mei 2018, 20:20 WIB Ekonomi
Inovasi Anyar, Pameran Properti Daring

Ist

LANGKAH inovatif dilakukan oleh Indonesia Property Watch (IPW) dalam penyelenggaran pameran properti. Sejak 1 Mei hingga 31 Mei 2018 nanti, mereka menghelat pameran yang mereka beri tajuk PropertyExpo.id. Ini merupakan pameran properti online (daring) berbasis teknologi yang diklaim sebagai pertama dan satu-satunya di Indonesia.

CEO IPW Ali Tranghanda menyebut pameran properti tersebut salah satunya menyasar kaum milenial. Karena itu dipilih tema #HunianZamanNow sekaligus sebagai bentuk kampanye untuk para milenial untuk sedini mungkin melek’ properti.

"Gaya hidup praktis menjadi simbol generasi milenial. Tapi sebagian dari mereka cenderung kurang berhemat. PropertyExpo.Id diharapkan lebih menyadarkan kaum milenial untuk segera membeli properti sesuai selera dan kebutuhannya masing-masing untuk masa depan mereka sebelum harga semakin tinggi," terang Ali dalam siaran pers, Rabu (2/5).

Ia menyebut, pameran properti daring tersebut juga akan menjadi  pengalaman baru untuk mengunjungi pameran properti tanpa harus malas karena macet, sulit parkir, dan dapat diakses di mana dan kapan saja.

"Informasi yang diterima pun relatif lebih lengkap dan masyarakat tidak harus menyiapkan waktu khusus untuk berkunjung ke pameran properti," cetusnya.

PropertyExpo.Id digelar 1–31 Mei 2018 di www.propertyexpo.id. Sebanyak 43 proyek dari berbagai wilayah seperti Jakarta, Bogor, Bekasi, Cikarang, Tangerang-Banten, Semarang, Makasar, dan Batam telah bergabung untuk bersama-sama memasarkan produknya.

"Tersedia ratusan tipe dan harga yang beragam membuat semakin banyak pilihan sesuai dengan keinginan calon konsumen," jelas Ali.

Ia meyakini model pameran online akan menjadi trend setter bagi penyelenggara pameran properti konvensional dan menjadi alternatif pilihan bagi para pengembang yang telah mulai memasarkan proyeknya secara digital.

"Selain lebih efektif dan efisien, biaya yang dikeluarkan para pengembang pun relatif lebih rendah," pungkasnya. (X-12)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More