Akhir Pekan Pertama, Avengers Infinity War Raup Rp8,73 Triliun

Penulis: Purba Wirastama Pada: Senin, 30 Apr 2018, 23:30 WIB Hiburan
Akhir Pekan Pertama, Avengers Infinity War Raup Rp8,73 Triliun

DigitalSpy

FILM superhero keluaran Marvel Avengers: Infinity War telah meramaikan bioskop di 53 teritori pada akhir pekan terakhir, bahkan tayang lebih dulu di sejumlah negara sejak Rabu, 25 April 2018. Selama tiga sampai lima hari pertama ini, Infinity War telah meraup pemasukan kotor atau bruto sebesar USD630 juta atau sekitar Rp8,73 Triliun di seluruh dunia.

Menurut data comScore dan Box Office Mojo, bruto dari lingkup domestik AS-Kanada dengan jumlah 4.474 layar mencapai USD250 juta atau sekitar 40%. Ini menjadikan Infinity War film terlaris pertama sepanjang masa di AS-Kanada pada akhir pekan pembuka.

Lima film berikutnya dalam rekor ini adalah Star Wars: The Force Awakens, Star Wars: The Last Jedi, Jurassic World, Marvel's The Avengers, serta Black Panther.

Untuk lingkup AS-Kanada, rekor lain yang dipecahkan Infinity War adalah film terlaris pada hari Sabtu dan hari Minggu. Capaian ini menggeser posisi yang sebelumnya ditempati Jurassic World.

Capaian komersial di 52 teritori internasional, termasuk Indonesia, mencapai USD380 juta atau sekitar Rp5,27 Triliun. Belum ada data bruto rinci dari setiap teritori. Namun Infinity War menjadi film Hollywood paling laris kedua di dunia saat pekan pertama. Posisi satu masih ditempati Fate of the Furious dengan USD443 juta.

Total bruto dari domestik dan internasional berada di kisaran USD630 juta. Capaian ini menempatkan Infinity War di posisi pertama film terlaris dunia pada akhir pekan pembuka.

Enam film lainnya yang menghasilkan USD400 juta ke atas dari akhir pekan pertama di dunia adalah The Fate of the Furious, Star Wars: The Force Awakens, Jurassic World, Harry Potter and the Deathly Hallows Part 2, Star Wars: The Last Jedi, serta Batman v Superman: Dawn of Justice. (medcom/OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More