Politik Uang Hantui Pilkada Jawa Timur

Penulis: MI Pada: Senin, 30 Apr 2018, 08:49 WIB Politik dan Hukum
Politik Uang Hantui Pilkada Jawa Timur

ANTARA/Andika Wahyu

POLITIK uang diprediksi akan menghantui Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018. Berdasarkan hasil survei Surabaya Survey Center (SSC) periode April 2018, masyarakat Jatim termasuk kategori masyarakat yang pintar dalam memanfaatkan momentum politik elektoral, terutama berkaitan dengan isu politik uang.

“Jika calon datang ke suatu daerah untuk bertemu pemilih, pemberian dalam wujud apa dan bagaimana yang diinginkan publik? Sembako menduduki peringkat atas sebanyak 16,8% kemudian disusul uang sebesar 15,7%,” kata peneliti SSC, Victor Tobing, kepada Medcom.id, kemarin.

Masyarakat Jatim yang menyatakan akan menerima uang dan memilih mencapai sebanyak 12,4%. Selanjutnya masyarakat yang akan menerima uang dan akan memilih cagub/cawagub pemberi uang lebih besar sebanyak 12,4%. Sementara itu, masyarakat yang hanya akan menerima uang dan tidak akan mengubah pilihan yang sudah ditentukan sebanyak 48,4%.

Di kesempatan berbeda, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri meminta kadernya di legislatif dan eksekutif untuk turut mengawal pilkada serentak 2018, terutama di Jawa Timur. “Ketua umum sudah menginstruksikan mereka tidak boleh keluar daerahnya agar fokus untuk memenangi pilkada Jatim dan pilkada serentak,” ujar Wasekjen DPP PDIP Ahmad Basarah di sela Rakor Tiga Pilar Partai di Surabaya, Sabtu (28/4).

Basarah menambahkan, selama Pilkada 2018 berlangsung, kepala daerah dan pejabat DPRD setempat diimbau untuk tidak melakukan perjalanan dinas ke luar daerah, apalagi ke luar negeri. Ia, sesuai dengan arahan Megawati, meminta semua urusan daerah dilakukan di wilayah masing-masing.

“Intinya, konsentrasi menangi pilkada,” tandasnya. (Ant/P-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More