Mantra-Kerta Tolak Reklamasi

Penulis: Arnoldus Dhae Pada: Senin, 30 Apr 2018, 08:47 WIB Pilkada
Mantra-Kerta Tolak Reklamasi

ANTARA/Wira Suryantala
Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali nomor urut satu Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (kiri) dan pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Bali nomor urut dua Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra dan wakilnya, Ketut Sudikerta (kanan), m

REKLAMASI Teluk Benoa, Bali, terus mengundang kontroversi. Sebagian besar masyarakat Bali jelas-jelas menolak pembangunan yang diklaim bakal menaikkan pesona Pulau Dewata dalam sektor pariwisata tersebut, tidak terkecuali calon Gubernur-Wakil Gubernur Bali dalam Pilkada Bali 2018, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-I Ketut Sudikerta.

Sikap tersebut ditunjukkan pasangan nomor urut dua itu dalam sesi penutup debat pertama Pilgub Bali 2018 di Goodway Hotel Nusa Dua, Sabtu (28/4) malam. Dengan tegas, pasangan nomor urut dua itu menyatakan bakal menola­k reklamasi Teluk Benoa jika terpilih sebagai oran­g nomor satu dan dua di Bali.

“Kalau kami terpilih nanti, kami akan tegas menolak reklamasi Teluk Benoa,” ujar Rai Mantra yang langsung disambut tepuk tangan gemuruh dari para pendukungnya.

Pernyataan ini sekaligus menjadi sindiran bagi kompetitornya di Pilgub Bali 2018, Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati. Sebelumnya beredar video yang memperlihatkan seolah-olah keduanya tidak terlalu peduli dengan isu tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, paslon nomor urut satu itu berjanji untuk mewujudkan pembangunan Bali dengan konsep one island management. “Astungkara, bila kami terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur, kami akan menjalankan tugas-tugas dengan sebaik-baiknya, setulus-tulusnya,” ujar Koster.

Ketua Koalisi Rakyat Bali (KRB) Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra menilai pasangan Rai-Mantra lebih menguasai masalah dalam debat soal pembangunan Bali dengan subtema soal pariwisata, pertanian, dan kebudayaan itu. Ia menilai hal tersebut disebabkan keduanya sudah sangat berpengalaman.

“Cagub Rai Mantra berpengalaman pimpin Kota Denpasar selama dua periode, sementara cawagub Sudikerta sudah sangat berpengalaman menjadi Wakil Bupati Badung dua periode,” ujarnya.

Seusai acara, Ketua KPU Bali Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi meminta publik mewaspadai penyalahgunaan rekaman debat pertama pilgub Bali. Berdasarkan pengalamannya, banyak orang yang tidak bertanggung jawab yang merekam berbagai kegiatan dengan logo KPU.

“Yang dilarang adalah penyalahgunaan re­kam­an siaran debat ini dengan cara memotong bagian-bagian tertentu kemudian digunakan untuk hal-hal yang bisa menimbulkan dampak hukum atau merugikan pasangan calon lainnya,” ujarnya.

Jika ada pihak yang melanggar, KPUD menyatakan bakal melayangkan sanksi administrasi hingga dibawa ke ranah pidana.

Kampanye
Dukungan untuk Rai-Mantra juga datang dari sekitar 8.000 warga Kota Denpasar yang menghadiri kampanye akbar, kemarin. Ribuan massa itu memenuhi sepanjang Jalan Veteran mulai dari depan Kantor Wali Kota Denpasar hingga pertigaan Jl Nangka Selatan, Kota Denpasar. Dalam kampanye itu, hadir pula Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, Gede Sumarjaya Linggih (Demer), dan tokoh PDIP yang juga ialah penglinsir Puri Satria Cokorda Oka Ratmadi.

“Rai Mantra sudah terbukti berbuat banyak bagi Kota Denpasar. Ada pendidikan gratis, rumah sakit gratis, puskesmas rawat inap, penataan sungai, penataan sampah, transparansi pelayanan publik,” kata pemimpin kampanye yang sering dijuluki jenderal kota, Ketut Suwandhi. (P-4)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More