Jalan Panjang Pendidikan Abad Ke-21

Penulis: MI Pada: Minggu, 29 Apr 2018, 10:34 WIB Humaniora
Jalan Panjang Pendidikan Abad Ke-21

MI/Iis Zatnika
Siswa SMKN 2 Cibinong memadukan musik klasik dengan gamelan Jawa serta Bali. Sekolah ini menjadi penanda, pendidikan Indonesia memberikan ruang lebar untuk kreativitas.

PAK tau gak pak? “Barangsiapa yg menyusahkan org lain, nanti akan disusahkan juga di akhirat Pak!” Gak takut pak?? Please soal tahun dpan jangan dibikin susah Pleaseee Paakk’, tulis akun @Vhirarmdnie di Instagram yang ditujukan ke Menteri Pendidikan Muhadjir Effendy.

Belakangan memang ramai komentar-komentar siswa SMA dalam menanggapi sulitnya soal yang muncul pada ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Fenomena ini pun ditanggapi berbagai kalangan, termasuk tubuh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Purwadi Sutanto, Direktur Pembinaan SMA Kemendikbud, mengakui apa yang menjadi keresahan siswa ialah sebagai kreativitas sekaligus refleksi.

“Perlu kita apresiasi karena itu bentuk kreativitas karena mereka menyampaikan dengan hal yang kreatif, tapi hal ini juga patut menjadi refleksi kita bahwa ada yang perlu dibenahi. Buktinya, tanggapan dari mereka, kalau saya diajari pasti saya bisa mengerjakan,” akunya saat ditemui di kantornya, di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, Kamis (26/4).

Kesulitan siswa mengerjakan soal disebabkan UNBK tahun ini menerapkan HOTS (higher order thinking skills), yang mengacu ke pemahaman nalar tinggi. Masalahnya, HOTS belumlah dikenal sebagian besar siswa, bahkan guru. Penerapan HOTS mengacu ke Kurikulum 2013 yang mendorong 4C (critical, creative, communication, dan collaboration).

“Pelatihan kepada guru dengan pendekatan HOTS terkait Kurikulum 2013 baru berjalan dua tahun terakhir ini. Tahun 2016-2017 baru disampaikan ke guru-guru. Ini pun tidak semua guru sekolah memperoleh pelatihan berbasis HOTS,” terang Heru Purnomo, Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), saat ditemui di kawasan Jakarta Timur, Rabu (25/4).

Baik Purwadi maupun Heru sama-sama menilai komentar para siswa dalam menghadapi UNBK berbasis HOTS bukanlah akibat gejala stres, hanya ekspresi kekecewaan karena belum diajari soal-soal berbasis HOTS.

Penyimpangan
Di sisi lain, belum lama juga mencuat kasus kekerasan guru terhadap siswa. Juga terjadi tawuran anak SD. Permasalahan yang selalu tak pernah usai. Purwadi pun menganggap kasus itu tidak bisa menjadi acuan bahwa mutu kualitas pendidikan Indonesia rendah. Ia merujuk pada beberapa prestasi internasional yang diraih siswa Indonesia.

“Itu kan accidental aja. Kalau merujuk dari hasil penelitian di Balitbang, kasus demikian terjadi karena adanya permasalahan di keluarga. Bisa jadi orangtuanya yang tidak perhatian, atau justru anaknya terlalu dimanjakan sehingga terjadi perilaku menyimpang.”

Sementara itu, Heru menambahkan pendidikan akan selalu memiliki potensi kekerasan dan konflik. “Penyebabnya, pertama dari siswa itu, masih dalam psikologi perkembangan. Tahap remaja awal menuju akhir itu kan masih siswasentris, belum stabil. Selain dari siswa, juga muncul dari guru. Karena bila ada guru yang masih memiliki anggapan untuk mendisiplinkan siswa adalah dengan tindak kekerasan, potensi kekerasan akan selalu muncul. Nah, bagaimana untuk mengeliminir hal ini? Gurunya harus punya kompetensi kepribadian yang utuh, dalam mengajar harus memenuhi dan melayani kebutuhan siswa, dan harus patuh pada aturan dan norma yang berlaku. Maka kalau patuh tidak akan melakukan tindakan kekerasan.”

Kolaborasi tiga pihak
Dalam paparan materi penguatan pendidikan karakter (PPK), Purwadi menjelaskan konsep jejaring Tri Pusat Pendidikan, yang terdiri atas tiga elemen, yakni sekolah, keluarga, dan masyarakat. Dalam membentuk karakter siswa, ketiga elemen ini berperan penting. Semuanya tidak diserahkan ke sekolah.

Sayangnya, hingga kini masih belum terbentuk kesadaran bahwa pendidikan tanggung jawab bersama. Orangtua merasa bahwa mereka telah menyerahkan urusan pendidikan ke sekolah, sementara masyarakat juga tak mau tahu dengan kondisi permasalahan siswa didik.

Kondisi geografis Indonesia yang merupakan negara besar dan memiliki banyak populasi pun menjadi tantangan tersendiri sehingga muncul permasalahan keterbatasan sarana belajar dan infrastruktur. Selain itu, keseriusan pemerintah dan dinas pendidikan daerah dalam alokasi anggaran pendidikan patut ditunggu.

Peraturan menetapkan pemenuhan anggaran pendidikan 20% di setiap daerah dalam rangka memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan agar program peningkatan mutu guru juga bisa berjalan secara menyeluruh dan kontinu. Ke depannya, diharapkan tidak muncul lagi keluhan Kurikulum 2013 yang berbasis HOTS dalam proses pembelajaran siswa.

Para pengajar harus mau keluar dari zona nyaman agar penyelenggaraan UNBK juga bukan sekadar ajang tahunan, melainkan juga mampu menumbuhkan karakter integritas siswa dan seluruh proses pembelajaran mampu mendidik karakter siswa yang mandiri, kreatif, dan mampu memecahkan masalah, sesuai dengan kebutuhan abad ke-21. (*/M-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More