Semaraknya Sekolah Kami

Penulis: MI Pada: Minggu, 29 Apr 2018, 08:48 WIB Humaniora
Semaraknya Sekolah Kami

Dok. Hellomotion
Siswa SMA Hellomotion, Ciputat, Banten dilatih untuk bertukar ide dengan kawan-kawannya hingga berjumpa pakar dan praktisi dalam program Meet The Master.

DARI layar film pendek, animasi, hingga adu keren kostum para cosplayer, perayaan kreativitas ini berlanjut ke ruang-ruang kelas. Agar gairah mengeksplorasi ide itu tak hanya eksis saat kompetisi atau pameran digelar, aktivitas meng­eksplorasi ide, menin­dak­­lanjuti tren, dan tentunya memproduksinya menjadi karya, dilakukan konsisten se­tiap hari.

Ada guru yang berbagi kete­rampilan dan memancing da­­ya kreasi, sedangkan siswa mengikutsertakan kreativitas dalam setiap kegiatan belajar. Aktivitas itulah yang terjadi setiap hari di SMA Hellomotion, di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten.

Setelah melewati satu dekade menggelar Hellofest, yang mempertemukan para pelaku industri kreatif, mereka yang bergerak di jalur indie, dan pa­ra penikmatnya, sang perintis, Wahyu Aditya, mendirikan SMA Hellomotion.

Dengan memilih format SMA karena aspek akademis, sekolah ini istimewa karena penekanan pada aspek kreativitas. Pada setiap pelajaran, siswa diajak membuat desain visual, sesuai dengan materi dan tahapannya.

Ada pula muatan animasi dalam porsi pelajaran seni yang jumlahnya juga dominan. Jam pelajaran seni bisa sampai 20 jam sepe­kan. “Ada pula implementasi de­sign thinking sebagai bekal siswa menghadapi berbagai pi­lihan ke depan,” ujar Trada Lardiatama, sang kepala se­ko­­lah.

Perjalanan 15 siswa naik ke­reta di Stasiun Rangkasbitung, Banten, awal pekan ini, mandiri tanpa guru yang mendampingi secara langsung walaupun dalam pantauan intens, itu menjadi salah satu proses berkelanjut­an itu.

Selanjutnya, selama dua hari satu malam, mereka menyerap aspirasi dari suku Badui, Banten, yang akan menjadi aneka materi pembahasan dalam ber­bagai mata pelajaran.

Wajah pendidikan Indone­sia kian semarak. Bukan cuma se­­kolah swasta yang memang punya ruang lebar buat berkreasi, fasilitas pendidikan mi­lik pemerintah pun kini punya napas serupa. Ada SMKN 2 Cibinong, Bogor, Jawa Barat, dengan kompetensi keahlian seni musik klasik, yang menerima murid mulai 2014.

Di balik sosoknya yang se­derhana, bahkan tersedia enam piano di sana, termasuk yang berkelas premium, baby grand piano, yang setiap hari mengalunkan nada, terkadang berpadu gamelan Jawa dan Bali. Sekolah-sekolah itu berikhtiar untuk wajah pendi­dikan Indonesia yang lebih baik. (*/M-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More