Indonesia, Tuan Rumah Asian Games, Bersedia, Siap!

Penulis: (Wan/M-1)/ Suryani Wandari Pada: Minggu, 29 Apr 2018, 01:30 WIB MI Anak
Indonesia, Tuan Rumah Asian Games, Bersedia, Siap!

MI/Seno

Foto-foto atlet kebanggaan Indonesia terpampang di dinding ruangan pameran itu. Ada pebulu tangkis Rudy Hartono, Liem Swie King, dan Susy Susanti. Lalu, ada petenis Yayuk Basuki, perenang Richard Sambera, serta pesepak bola Bambang Pamungkas. Dari cabang bina raga ada Ade Rai, dari catur, Utut Adianto, serta angkat besi, yaitu Lisa Rumbewas.

Seluruhnya, ada 12 wajah atlet kebanggaan Indonesia bisa kita lihat gambar dan daftar prestasinya. Ayo, Sobat Medi kenal mereka enggak? "Yang aku tahu hanya Bambang Pamungkas," celetuk siswa SDN Kenari 07 Jakarta Pusat saat menjelajah di ruangan pameran yang diselenggarakan di sekolah mereka itu.

Kisah tentang prestasi Bambang Pamungkas diceritakan di sana. Ia pemegang rekor penampilan dan pencetak gol terbanyak untuk tim nasional Indonesia dengan 77 penampilan dan 36 gol di semua pertandingan kategori A FIFA. Bagaimana dengan atlet lainnya sobat? Tentu, mereka semua berhasil mengharumkan nama Indonesia juga!

Pameran di 15 kota

Medi berjumpa dengan Kak Stefanie Augustin, Managing Director Majalah Majalah Creative In Action (CIA) yang menyelenggarakan kegiatan itu. "Semangat berprestasi itulah yang ingin kami tularkan ke anak-anak, sekaligus untuk menyambut Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang, 18 Agustus-2 September nanti. Program ini kami namakan Energy Rangers School Campaign 2018," kata Kak Stefani.

SDN Kenari 07 menjadi salah 1 dari 100 SD di 15 kota yang menjadi lokasi pameran yang akan berlangsung hingga Oktober. Selain Jakarta, diselenggarakan di Bogor, Depok, Denpasar, Surabaya Medan, Bandung, Palembang, dan Pontianak.

Selain Asian Games, ada pemaparan tentang Asian Para Games yang juga akan diselenggarakan di Indonesia. Kompetisi yang diikuti para atlet disabilitas Asia ini akan diselenggarakan 6-13 Oktober 2018.

Nasionalisme

Asian Games diselenggarakan setiap empat tahun sekali dan menjadi kompetisi olahraga paling bergengsi tingkat Asia. Tidak mudah lo untuk mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah dan Indonesia pertama kali menjadi lokasi Asian Games pada penyelenggaraannya keempat pada 1962.

"Olahraga membuat atlet menjadi sangat nasionalis, ia berjuang demi mengharumkan nama bangsa Indonesia dan itu ditularkan pada seluruh masyarakat. Anak-anak Indonesia harus suka olahraga dan memberi semangat untuk tim nasional Indonesia di Asian Games dan Asian Para Games 2018," kata Kak Stefanie.

Seribu kartu pos

Setelah mendapat pengetahuan tentang ajang olahraga se-Asia di arena pameran, para siswa SDN Kenari 09 pun ikut serta menyemangati para atlet Indonesia itu!

Caranya unik, mengikuti lomba gambar dan mewarnai kartu pos. "Banyak orang dari negara lain datang ke Indonesia untuk berkompetisi, aku senang. Aku juga senang sekali bisa berkesempatan memberikan kartu pos ini sama kakak-kakak atlet, mudah-mudahan mereka menang," kata Rafelian, kelas 3B.

Kartu pos mereka akan dipilih, yang terbaik akan diberikan kepada para atlet Indonesia peserta Asian Games dan Asian Para Games 2015 secara langsung. "Dulu, setiap mendapatkan surat pasti senang, hati berbunga-bunga, beda dengan sekarang, ucapan didapat dari media sosial dan sebagainya. Kami ingin para atlet juga senang diberi perhatian dan semangat lewat kartu pos yang ditulis anak-anak dari seluruh Indonesia," kata Kak Stefanie.

Jadi atlet permainan tradisional

Nantinya, 15 ribu kartu pos yang terkumpul akan memecahkan rekor Muri untuk kategori pemberian kartu terbanyak. Keren kan sobat?

Enggak seru dong kalau membahas kompetisi olahraga tanpa melakukan kegiatan fisik yang menantang! Untuk menambah semangat, para siswa mengikuti lomba tari kreasi dan permainan tradisional gobak sodor alias galah. Indonesia, Indonesia ya ya ya! (M-1)

Box

Inilah Olahraga Asli Nusantara

Sobat Medi, tahukah kamu, ada berapa cabang olahraga yang dipertandingkan dalam Asian Games nanti? Ya, ada 40 cabang, banyak ya!

Dari sekian banyak jenis olahraga yang mengadu kekuatan, kecepatan, dan ketinggian itu, ada 10 cabang yang pada Asian Games sebelumnya belum diperlombakan, yaitu bridge atau olahraga yang menguji kemampuan otak yang dimainkan berpasangan dan menggunakan kartu remi. Selain itu, ada pula cabang basket 3 on 3, jet ski, paralayang roller sport, hingga pencak silat.

-Pencak silat

Ya, pencak silat, olahraga bela diri asli Indonesia, kini dipertandingkan di tingkat Asia. Pencak silat sebelumnya sempat dipertandingkan dalam kompetisi olahraga tingkat Asia Tenggara, SEA Games ke-14, pada 1987 di Jakarta dan masuk arena Asian Games pada 2002 saat diselenggarakan di Busan, Korea Selatan.

-Sepak takraw

Selain itu, ada lagi olahraga asli Indonesia yang mendunia, yakni sepak takraw. Olahraga ini berasal dari Sulawesi Selatan pada masa Kesultanan Melayu abad ke-15.

Teknik bermainnya seperti campuran sepak bola dan bola voli, dimainkan di lapangan menyerupai bulu tangkis. Aturan utamanya, pemain sepak takraw tidak boleh menyentuh bola dengan tangan, tetapi memakai kakinya.

Suara Anak Asian games

Chelsea

Kelas 4a

Sebelumnya aku enggak paham negara mana saja yang ikut Asian Games 2018. Dengan kegiatan ini aku jadi tahu!

Aku juga jadi kenal dengan cabang-cabang olahraga yang dilombakan. Bangga rasanya Indonesia menjadi tempat berlomba atlet-atlet se-Asia.

========

Farel, Farsha dan Gideon

Kelas 5

Dulu kami sempat belajar teknik dasar olahraga, seperti roll dan melentingkan tubuh. Ternyata itu sulit lo. Mudah-mudah atlet Indonesia bisa menang melawan negara lain.

========

Rafelian

Kelas 3

Aku melukis kartu pos dan menghiasinya dengan krayon warna warni, mudah-mudahan kakak-kakak atlet Indonesia yang mendapatkan kartu ucapanku bisa semangat dan berjuang lebih keras.

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More