Dokter Kecil dengan Tugas Besar

Penulis: M-1/Suryani Wandari Pada: Minggu, 29 Apr 2018, 01:00 WIB Weekend
Dokter Kecil dengan Tugas Besar

MI/Seno

BERSERAGAM biru lengkap dengan tanda pengenalnya, Kak Syafitri Rinjani, mahasiswa di Politeknik Imigrasi ini menarik perhatian para dokter kecil saat konferensi pers perayaan Satu Dekade Dokter Cilik Award di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (17/4).

Kak Syafitri, begitu panggilan akrabnya, bercerita tentang keikutsertaannya dalam program Dokter Kecil yang dibina Ikatan Dokter Indonesia (IDI), angkatan pertama.

"Dulu saya menjadi dokter kecil, sekarang saya menjadi mahasiswa di Politeknik Imigrasi. Itu pengalaman menarik untuk saya. Menurut saya, pelajaran yang didapat menjadi dokter kecil bukan hanya bisa diterapkan untuk menjadi dokter tapi semua profesi," kata Syafitri. Ya, bukan hanya belajar mengenai tata kedokteran, menjadi Dokter Kecil pun mengajari mereka mengenai tanggung jawab dan kemandirian.

Pengakuan Kak Syafitri sejalan dengan tujuan IDI. Ketua Umum PB IDI, Pak Ilham Oetama Marsis, mengatakan Dokter Kecil sebenarnya bertujuan menanamkan rasa bangga pada negara sehingga anak-anak bersatu dan memajukan negara. "Yang penting bagi kami ikut menyiapkan generasi muda agar mereka berpikir jauh ke depan untuk membangun bangsa, ini menjadi suatu proses jalan hidup mereka," kata Pak Ilham. Wah, seru kan Medi? Yuk simak terus.

Memberikan pengaruh sehat

Sejak dilaksanakan pada 2008, IDI secara rutin melaksanakan program Dokter Kecil. Pesertanya, dari Sabang sampai Merauke, mereka siswa SD.

Mereka diajari membuat perubahan positif dan berkontribusi terhadap lingkungannya dengan melakukan kampanye kesehatan dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Mereka harus melakukannya di lingkungan rumah, sekolah, dan teman sebayanya.

Kini 21 alumnus Dokter Kecil, yang telah jadi mahasiswa hingga yang masih SD, berkumpul bersama dalam Satu Dekade Dokter Cilik Award 2018 bertajuk Baktiku bagi Anak Indonesia, Berkarya Nyata, Sehatkan Bangsa' di Camp Hulu Cai Bogor. Mereka dikumpulkan selama 3 hari, yakni 17-20 April, untuk berbagi pengalaman dan saling berdiskusi tentang kegiatan mereka selepas mengikuti Dokter Kecil dan pengalaman tentang kampanye kesehatan di daerah masing-masing.

"Agar teman lain mau berperilaku hidup sehat, aku melalukan hal tersebut pada diri saya dulu. Dengan begitu teman lainnya pun akan mudah mengikutinya," kata Kak Dini, kelas 12 SMA Negeri 59 Jakarta.

Berbagi ke anak-anak Ciawi

Tak hanya berbagi cerita kepada sesama Dokter Kecil, mereka pun turun langsung ke lapangan untuk memberikan penyuluhan mengenai pola hidup sehat kepada siswa SDN Cibedug 03, Ciawi, Bogor.

"Awali pola hidup bersih dan sehat dengan membuang sampah pada tempatnya, mencuci tangan dengan sabun, menggosok gigi dan lainnya," kata Salsabila, kelas 6 SDIT Yabis Bontang, Kalimantan Timur.

Salsabila salah satu dokter kecil terbaik pada 2016. Ia menuliskan amatannya terhadap pola hidup sehat di awal seleksi lo. Lalu, ada pula cerita dari Salsabila, ada pula Diega, kelas 5 SDN Sari Mulya 3 Karawang. "Yang selalu saya terapkan dari pola hidup sehat itu adalah selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah makan menggunakan sabun dengan teknik yang benar, itu akan mematikan banyak bakteri dan kuman karena yang ada di tangan kita," kata Diega yang kemudian menjelaskan teknik itu pada Medi.

Selain mencuci telapak tangan, kita harus mencuci bagian punggung tangan, kuku, buku jari, dan pergelangan lo. Semua tahapan itu harus dilakukan agar kuman mati dan tidak lari ke makanan yang akan kita santap.

Jadi petugas UKS

Pernahkah Sobat Medi sakit saat di sekolah? Biasanya siapa yang bantuin, ya? Pasti teman kalian juga yang bertugas menjadi anggota usaha kesehatan sekolah (UKS) ya. Rupanya para Dokter Cilik seperti Diego, Salsabila, dan Dini pun pernah bertugas di UKS. Mereka bertugas mengawasi dan membantu siswa lain ketika sakit, baik itu sedang upacara bendera maupun saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.

"Kami membantu mereka sebisa kami. Biasanya mereka kelelahan, pusing kepala, atau terluka karena jatuh. Kami pasti memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) sebagai upaya pertolongan sementara kepada korban kecelakaan," kata Dini.

Ia melanjutkan, untuk mengobati luka, ia harus bisa membersihkan lukanya dan menghentikan pendarahan dengan obat luar dan perban.

Ya, untuk menjadi dokter harus berani ya sobat, jangan sampai takut melihat luka yang dialami korban. Itulah alasan IDI pun memberikan materi berupa pelatihan keterampilan seperti public speaking serta pemahaman tentang kemandirian dan tanggung jawab. "Di Dokter Kecil ini aku juga dilatih untuk bisa tahu bagaimana berkomunikasi dengan baik dan percaya diri serta bertanggung jawab," kata Salsabila.

Ya, kawan-kawan kita ini dididik sebagai teladan dan pemberi pengaruh positif bagi lingkungan sekitar, bukan sebagai miniatur dokter!

===================

SUARA ANAK

Dini

Kelas 12 SMA Negeri 59 Jakarta

Menurutku, kegiatan ini bagus, apalagi anak Indonesia dari Sabang sampai Merauke bisa mengikutinya. Jadi, anak Indonesia bisa mengampanyekan cara hidup sehat kepada teman lainnya.

======

Salsabila

Kelas 6, SDIT Yabis Bontang Kalimantan Timur

Aku bisa ikut Dokter Kecil ini dengan melewati beberapa tahap, dipilih melalui tulisan tentang pola hidup sehat dan bersaing dengan banyak anak di seluruh Indonesia. Akhirnya aku menjadi Dokter Kecil terbaik dengan penilaian juri, yang sebenarnya kami tak tahu mereka sedang menilai kami.

=========

Diega

SDN Sari Mulya 3 Karawang

Di sekolah aku pun menjadi Dokter Kecil yang bertugas merawat siswa yang sakit di UKS. Aku pun tertarik menjadi dokter beneran karena menurutku itu pekerjaan mulia.

Berita Terkini

Read More

Poling

TEKA-teki kontestan Pilpres 2019 terkuak sudah. Joko Widodo akhirnya memilih Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin sebagai cawapres sedangkan Prabowo Subianto berpasangan dengan Sandiaga Uno. Mereka saat ini tengah melengkapi persyaratan dan akan mendatangi KPU pada Jumat (10/8) di batas akhir pendaftaran Capres/Cawapres 2019. Dari dua pasangan itu, siapa pilihan Anda?





Berita Populer

Read More